Gunung Bromo merupakan salah satu wisata alam andalan di
Jawa Timur. Pesonanya terkenal sampai ke manca negara. Sebagai gunung yang
masih aktif, dengan letusan terakhir pada tahun 2010 sampai pertengahan 2011,
Bromo mempunyai kawah yang terus menerus mengeluarkan asap belerang yang
menambah kecantikannya.
Lokasi dan Bagaimana cara ke sana:
Dari Surabaya, bisa menggunakan bus menuju Probolinggo.
Setelah itu dilanjutkan menggunakan angkutan umum atau biasa disebut kol menuju
ke Cemoro Lawang. Tapi EHS menggunakan mobil pribadi untuk melakukan perjalanan
kali ini.
Apa saja yg perlu dibawa:
- Jaket. Walaupun Indonesia beriklim tropis, tetapi di Gunung Bromo kalau malam bisa menjadi sangat dingin. Suhu bisa turun sampai 8 derajat.
- Sepatu. Menurutku kita butuh sepatu, karena kalau sandal kurang bisa melindungi kaki kita dari dingin.
- Penutup telinga atau topi dari wool yang menutupi telinga. EHS lumayan tahan terhadap dingin. Tetapi waktu pagi hari di kaki Gunung Bromo sebelum memanjat naik, mendadak sangat dingin sampai akhirnya EHS memakai topi.
- Sarung tangan. Keterangan sama seperti penutup telinga.
- Sun block. Walaupun disana sangat dingin, tetapi jangan lupakan sun block. Karena panasnya matahari mungkin tidak terasa, tetapi sinarnya yang merusak kulit tetap ada. EHS meremehkan hal ini sehingga pulangnya, kulit EHS mengelupas.
- Pelembab bibir dan kulit. EHS juga tidak membawa 2 item ini. Karena kesalahan ini, akhirnya bibir EHS pecah-pecah. Tetapi hal ini tidak termasuk parah, karena durasi EHS menginap di Bromo hanya 2 malam.
- Vitamin. EHS selalu bawa vitamin kalau pergi. Karena EHS tidak mau jatuh sakit waktu pergi. Jadi multivitamin berguna untuk menjaga kekebalan tubuh.



