Showing posts with label Travel. Show all posts
Showing posts with label Travel. Show all posts

Friday, September 8, 2017

Travel Myanmar: Yangon


Selamat datang di edisi bingung mau post, karena banyak yang gagal dikunjungi, tetapi terlalu sayang untuk dibuang. Jadinya butuh waktu hampir 1 tahun untuk memutuskan ini (padahal sebetulnya lagi malas saja). Berhubung Myanmar lagi hangat diperbincangkan, maka postingan ini akhirnya diputuskan untuk dibuat. Bukan, aku tidak akan membahas apapun juga tentang krisis kemanusiaan, juga tentang perselisihan yang terjadi. Hanya membahas apa yang sempat terlihat dan terekam dimataku. Karena sebetulnya, Yangon merupakan kota yang sangat indah, dan aku akan memberikan itinerary yang direncanakan walaupun tidak lengkap dikunjungi. Langsung aja ceritanya.

Saturday, April 22, 2017

Travel Myanmar: Mandalay Ancient Cities Tour



Ada beberapa kota kuno disekitar kota Mandalay. Pada kesempatan kali ini, EHS dapat mengunjungi 3 diantaranya yang paling terkenal yaitu Sagaing, Amarapura dan Inwa. EHS masih menggunakan jasa tour ojek yang sama sewaktu berkeliling Mandalay. Waktu itu untuk tour ojek ke Mandalay Ancient City Tour ini biayanya sekitar MMK 10000. Karena kemarin waktunya mepet, karena EHS baru datang sekitar pukul 11 siang. Maka untuk hari ini disisipkan 1 kuil yang belum dikunjungi.


Saturday, January 28, 2017

Travel Myanmar: Mandalay City Tour


Mandalay ini merupakan kota terbesar kedua di Myanmar, pernah menjadi ibu kota Myanmar dan merupakan kota kerajaan terakhir di Myanmar. Secara umum, menjelajah Mandalay ini dapat dibedakan menjadi 2, yaitu city tour dan ancient city tour. Jadi minimal kita harus meluangkan waktu 2 hari penuh untuk menikmati keindahan kota Mandalay. Kali ini EHS akan membahas untuk city tour-nya terlebih dahulu dan ancient city tour untuk postingan berikutnya.

Untuk melakukan city tour ini, EHS memakai tour yang disediakan penginapan EHS, bukan tour yang sebenarnya sih, karena kita hanya diajak keliling dengan sepeda motor. Bisa dikatakan sewa ojek seharian dengan guide yang cukup ok. Untuk city tour, EHS perlu mengeluarkan biaya sebesar MMK 8000. Ditambah biaya untuk masuk Mandalay zone fee MMK 10000 yang akan digunakan untuk masuk temple di Mandalay dan di kota sekitar (ancient city tour). Jadi kita harus menyimpan baik-baik tiketnya, karena akan digunakan untuk 2 hari. Selanjutnya mari kita membahas city tour di Mandalay.


Saturday, December 3, 2016

Travel Myanmar: Bagan dan Mt. Popa


Seperti biasa, salah satu kerugian kalau beli tiket promo itu waktunya masih panjang, kira-kira setahun sebelum penerbangan. Dan ada kemungkinan kalau tiket kita dipindah jadwal secara sepihak, dan kemungkinan terburuknya, jalur penerbangan kita dihapus. Pada kali ini, kemungkinan terburuk itu terjadi. Tiket Surabaya - Don Mueang (Bangkok) sudah tidak tersedia, dan akan dikembalikan secara tunai. EHS merasa rugi dong, secara tiket barunya harganya mencapai 2 juta sekali jalan dengan jalur Surabaya – Kuala Lumpur – Don Mueang, maupun Surabaya – Jakarta – Don Mueang. Pergi pulang jadi 4 juta. Padahal tiket EHS pergi pulang hanya 1 juta. Untungnya AirAsia (setelah EHS menghubungi customer service-nya) mau memberikan ganti tiket, dan tidak mengembalikan uang. Jadinya lebih capek karena banyak transit, tetapi masih oke dari pada mengeluarkan uang 4 juta.

Friday, October 28, 2016

Itinerary Seminggu Di Myanmar



Pergi ke Myanmar ini seperti kita flash back ke Indonesia tahun 1990 an. Dengan banyaknya orang baik pria maupun wanita yang memakai longyi (seperti sarung), juga kotornya jalan juga trotoar karena banyaknya orang yang masih mengunyah sirih dan meludah sembarangan. Tetapi setiap negara punya keistimewaan sendiri-sendiri, dan EHS sangat bersyukur dapat melihat keberagaman yang diciptakan oleh Tuhan. Highlight perjalanan EHS seperti dibawah ini:


Bagan

1. Kuil-kuil di Bagan.


Kalau kamu mencari di google mengenai Myanmar, Bagan adalah yang pertama kali bakal kamu temukan. Karena kota ini merupakan kota yang masih dijaga pelestarian bangunan bersejarahnya. Di Bagan, kita bakal menemukan banyak kuil yang dapat kita jelajahi baik naik sepeda, e-bike, maupun dokar. Mencoba e-bike adalah salah satu kesenangan tersendiri.

2. Mt. Popa


Selain itu, kamu dapat melakukan tur setengah hari menuju ke Mt. Popa. Jadi Mt. Popa ini merupakan gunung yang diatasnya ada kuilnya. Kuilnya sendiri termasuk biasa, tetapi yang luar biasa adalah ketika kita melihat kuil itu dari tempat yang lain. Selain itu, dari atas kuil, kita dapat melihat pemandangan yang spektakuler, dan bahkan kita dapat melihat kota Bagan.


Mandalay

3. Mandalay City Tour



Di kota Mandalay ini, terdapat Royal Palace, kuil-kuil yang tersebar, dan yang terutama adalah Mandalay Hill. Sama seperti Mt. Popa, Mandalay Hill ini juga kuil yang terletak diatas bukit. Pemandangan dari atas bukit inilah yang menjadi puncaknya. Karena dari atas sini, kita dapat melihat kota Mandalay, bahkan Royal Palace masih kelihatan jelas dari atas sini. Apalagi kalau datang di waktu matahari terbenam, bakal terasa daya magisnya.

4. Ancient City Tour



Selain dalam kota Mandalay, kota-kota di sebelah Mandalay ini yaitu Amarapura, Sagaing dan Inwa  juga memiliki daya pikat yang sama. Secara mereka adalah kota kuno. Memiliki banyak kuil, dan monastery yang masih ditinggali sampai sekarang. Dan terdapat bekas kerajaan yang jejaknya masih dapat kita lihat sampai sekarang. U-Bein bridge yang terkenal juga terdapat di salah satu kota ini.


Yangon


5. Scott Market (Bogyoke Market)


Mendekati hari terakhir, biasanya akan bingung untuk belanja. Cenderamata yang biasa dibeli di Myanmar ini biasanya Longyi (sarung khas Myanmar biasanya dari sutra), Thanaka (bedak cair yang berasal dari tumbuhan yang dioles di pipi), batu berharga seperti giok, rubi, sapphire, permata, dll (karena Myanmar terkenal dengan pertambangan batu mulianya, tetapi harap hati-hati terutama yang tidak bisa membedakan mutu kualitasnya, bisa-bisa tambah tertipu), baju bertuliskan Myanmar dan magnet kulkas. Semuanya bisa didapat di Bogyoke Aung San Market atau terkenalnya dengan Scott Market.

6. Shwedagon Pagoda


Kuil utama di Yangon adalah Shwedagon Pagoda. Kuil ini sangat besar, sehingga kuil ini dapat dengan mudah kelihatan dari pusat kota Yangon. Kuil ini dilapisi emas, dibagian atasnya bahkan dilapisi plat emas dan ada banyak batu mulia yang menghiasai puncak dari kuil ini. Jadi Shwedagon ini menurut EHS kuil termegah di Myanmar.


Bonus: Inle Lake

Karena waktu seminggu tidak cukup untuk pergi ke Inle Lake. Tapi sebetulnya EHS ingin sekali kesana, menikmati sunset dengan menaiki perahu kecil nelayan, dengan banyaknya nelayan yang menjaring ikan dengan cara yang lain dari biasanya yaitu menggunakan kakinya. Sayangnya karena EHS masih mempunyai pekerjaan yang sungkan untuk ditinggal lama, maka waktu yang sebentar itupun harus dicukup-cukupkan.


Untuk detail wisatanya, akan EHS buatkan postingan lain. Jadi tunggu saja postingan EHS berikutnya. Jangan lupa subscribe agar tidak ketinggalan cerita-cerita yang lain.



Friday, July 22, 2016

Lebaran 2016: Phuket dan Genting

Ngomongin libur lebaran kemarin,  ada banyak kejadian seputaran mudik, dari macet maksimal, bahkan sampai ada yang meninggal, sampai dengan kesempatan untuk menjual bensin dan solar kalengan. Makanya aku berusaha keras menghindari jalur-jalur mudik. Dan pilihan EHS jatuh pada Phuket dengan harapan karena mayoritas bukan muslim, maka Phuket tidak mengalami yang namanya mudik.

Saturday, June 11, 2016

Liburan Singkat Ke Singapore Johor Bahru


Long time no see travelers .. Kok EHS lama ga posting sih? Iya, ini saat panen. Jadi EHS sibuk-sibuknya mengisi pundi-pundi uang. Buat siapa? Ya tentunya buat traveling biar ada cerita yang dibagikan untuk kamu cemua hehehe ..

Langsung saja, kejadian ini sebetulnya terjadi pada Februari 2016 kemarin. Basi dong. Iya basi, sebasi kentut kamu kalau habis makan petai sama jengkol (perasaan itu basin deh bukan basi *basin itu artinya berbau tidak enak*). Ceritanya tuh, temen EHS yang kenal di Korea (bisa baca disini dan disini) ingin datang mengunjungi EHS. Tapi dia juga ingin main di theme park terkenal, masalahnya di Indonesia, tepatnya di Surabaya, ga ada theme park seperti itu. Makanya EHS mengusulkan ke Singapore saja, karena ada Universal Studio.

Mereka berencana 1 minggu di Singapore. Sedangkan EHS hanya akan mengunjungi mereka dari Jumat sampai Minggu, sekalian jalan-jalan. Inginnya sih ke Universal Studio juga, tapi ternyata mereka berangkat lebih dahulu. Jadi EHS kebagian Legoland dan Hello Kitty Town. Karena waktunya mepet, dan EHS males ribet nunggu taxi dll, maka EHS memutuskan untuk membeli jasa tour dari WTS Travel. Berkumpul di Singapore Flyer, dapat transport ke Legoland, tiket masuk Legoland, transport ke Putri Harbour buat ke Hello Kitty Town, tiket masuk Hello Kitty Town dan transport balik ke Singapore Flyer. Semua itu ditebus dengan harga SGD 110. Mahal, iya emang agak mahal. Tapi EHS males repot, dan akhirnya merasa beruntung karena pada saat di sana, jarang ada transportasi publiknya. Cari taxi saja susahnya minta ampun.


Legoland


Theme park ini berada di Johor Bahru. Sesuai namanya, theme park ini isinya semua adalah Lego. Ada 1 daerah isinya miniatur Asia, ada miniatur dunia Star Wars (yang EHS ga seberapa tau, karena bukan penggemar Star Wars). Rata-rata semua mainan buat anak kecil. Karena EHS bukan penggemar Lego, maka EHS ga seberapa menikmati theme park yang satu ini. Untungnya teman EHS ini pengoleksi Lego, jadi dia kelihatan enjoy-enjoy saja.

Saturday, March 19, 2016

Hal Gratis Yang Bisa Didapat Di Macau


Macau merupakan daerah khusus yang memiliki administrasi sendiri (SAR) dari Negara Tiongkok. Karena mempunyai hak tersebut, maka mengunjungi Macau seperti mengunjungi suatu Negara tersendiri, dengan peraturannya sendiri, mata uang sendiri (walaupun CNY dan HKD tetap diterima), dan dahulu juga mempunyai cap masuk pada paspor sendiri (tapi terakhir ke Macau, cap sudah tidak diberikan).

Friday, February 12, 2016

10 Hal Yang Harus Dilakukan Di Hong Kong

Hong Kong merupakan salah satu destinasi favorit banyak orang Indonesia. Mungkin karena pariwisatanya yang digarap dengan bagus, makanannya yang banyak disukai orang dan yang pasti surge belanja karena Hong Kong ini bebas pajak. Dan untuk membantu Sahabat EHSNOUTA menjelajah Hong Kong, EHS akan memberikan poin-poin yang menjadi kesukaan EHS.

Friday, January 15, 2016

Japan 2015: Mengejar Harry Potter di Universal Studios Japan

Klik untuk melihat Itinerary Japan 2015


Rabu, 7 Oktober 2015

Hari ini rencananya pergi ke Universal Studios Japan (USJ). Theme Park brand Universal Studios pertama di Asia. Dan tempat ini merupakan tujuan utama EHS untuk berkunjung ke Jepang, karena EHS fans berat terhadap salah satu karakter yang diusung oleh USJ, Harry Potter.

Sebelum memasuki USJ, kita akan melewati Universal Citywalk Osaka. Universal Citywalk Osaka merupakan shopping mall yang berisi segala sesuatu tentang USJ maupun Osaka. Ada Universal hotel, banyak restoran dan toko yang menjual souvenir termasuk souvenir dari Universal Studios dan Osaka. Selain itu, ada Osaka Takoyaki Museum yang berisi vendor-vendor takoyaki yang lumayan terkenal.

Saturday, January 9, 2016

Japan 2015: Toei Eigamura Kyoto

Klik untuk melihat Itinerary Japan 2015

Selamat Tahun Baru

Wah, telat ya? Ga papa deh, tahun baru EHS banyak acara sih, jadinya tidak sempat untuk update di blog.


Selasa, 6 Oktober 2015

Kali ini EHS akan membahas sebuah theme park yang bertemakan Tokyo lama. Sebetulnya tempat ini merupakan studio untuk set film-film kerajaan maupun Tokyo pada masa lampau. Ada 200 film yang diambil di tempat ini setiap tahun (ini kata websitenya Toei Eigamura).  Dan di sini pula, kita dapat menemukan karakter-karakter pada jaman EDO, seperti Ninja, Geisha, Samurai, dan bahkan ada show-show menarik yang walaupun dalan Bahasa Jepang, dengan anehnya EHS dan teman-teman bisa menikmati dan ikut terbawa arus cerita. Tiket masuknya sebesar JPY 2,200.

Sebetulnya bukan tujuan EHS untuk datang ke sini. Tapi utungnya teman EHS bersikeras untuk datang, dan EHS juga suka. Itulah salah satu keuntungan pergi dengan banyak orang, yang berpikir ada banyak. Tapi juga ada tidak enaknya juga, karena keinginannya banyak, jadi harus saling mengalah. Tapi secara keseluruhan, pergi sama teman itu enak banget, ceria terus hahaha ..


Kembali ke Toei, sebetulnya theme park ini bagus, sayangnya kurang ramai. Mungkin warga Jepang sudah bosan dengan theme park satu ini, sehingga terkesan sepi, seperti saat ada pertarungan antara ninja dan samurai di tengah jalan yang belum beraspal. Dan kebanyakan pengunjungnya merupakan acara tour dari sekolah, jadi isinya anak-anak kecil semua #kecewa. Misal isinya banyak cewek cantik dan sexy, selanjutnya mereka menyewa kostum-kostum dan dipakai seminim mungkin, pasti theme park ini jauh lebih menyenangkan hahaha .. 

Simak saja foto-foto di bawah ini. 



Friday, December 25, 2015

Japan 2015: Arashiyama, Kinkaku-ji, Higashiyama, Kiyomizudera, Fushimi Inari

Klik untuk melihat Itinerary Japan 2015

Sebelum melanjutkan cerita, EHS mau mengucapkan Selamat Hari Natal bagi Sahabat EHSNOUTA yang merayakannya. 


Setelah beberapa hari di Tokyo yang dilewati dengan (kebanyakan) belanja, rasanya perjalanan EHS di Jepang dimulai sejak di Kyoto. Salah EHS sendiri sih, karena EHS sudah tau kalau Tokyo kebanyakan tempat perbelanjaanya yang terkenal, justru menyediakan hari paling lama di sana. Sebetulnya Tokyo juga tidak melulu tempat belanja, ada Disneyland and Sea yang karena cuaca tidak bersahabat jadi banyak acara dibatalkan, selain itu seharusnya ada Fujiko F. Fujio Museum alias Doraemon Museum yang EHS tidak datangi karena luar kota (dan EHS sedikit menyesal T.T), dan juga ada Edo Museum (outdoor) yang juga terletak di luar kota. Tapi untungnya EHS sudah memiliki pola pikir dengan ekspektasi yang rendah, terkadang sesuatu yang biasa bisa menjadi kejutan.


Senin, 5 Oktober 2015

Setelah semalaman tidur nyenyak di dalam bus, sampai juga di Kyoto. Keluar dari bus, kita sudah disambut oleh udara dingin di Kyoto dengan sedikit kabut. Ya, inilah yang kucari. Jalan sedikit keluar dari Kyoto Station, aku sudah merasakan kalau bakal jatuh cinta sama kota ini. Ritme hidupnya, suhunya, jalan-jalan menuju penginapan beserta banyak restaurant kecil yang menawarkan menu sarapan pagi yang baru saja matang, café-cafénya, semua aku suka. Kurapatkan jaketku karena tidak beberapa lama, aku mulai kedinginan.

Sesampai di penginapan, kita menitipkan barang dan membersihkan diri dari dosa-dosa yang kita lakukan selama di bus. Cemilan di Jepang memang enak-enak. Karena sebelum tidur makan banyak, maka bengkak juga akhirnya wajahku. Padahal di Kyoto ini bakal banyak tempat wisata yang dikunjungi. Yah, berharap saja wajah bengkaknya cepat menyusut.

Jam menunjukkan pukul 10.00. Lagi-lagi jadwal meleset, sehingga aku harus memutar otak untuk membuang sebagian jadwal dan memikirkan rute maupun alat transportasi yang akan digunakan. Untungnya juga, jadwal yang dibuang memang terkenal bagusnya kalau musim bunga sakura. Jadi tidak terlalu menyesal juga.

Arashiyama

Untuk menuju Arashiyama, kita perlu kembali ke Kyoto Station. Enaknya menginap di Kyoto Station yaitu mudahnya transportasi, karena semua tempat bisa dituju dari Kyoto Station. Jangan malu bertanya, walaupun Kyoto tidak sebesar Tokyo, tapi Kyoto Station juga membingungkan karena banyaknya jalur yang ada.

Arashiyama merupakan daerah di bagian barat Kyoto. Terkenal dengan pemandangan alamnya yang cantik dan sederetan pohon bambunya. Kalau punya waktu banyak, menjelajah Arashiyama sendiri bisa memakan waktu dari pagi hingga sore. Jangan lewatkan menaiki kereta api wisata di sini. Karena EHS tidak punya waktu banyak, maka EHS hanya melewati Bamboo Groves dan Tenryu-ji Temple yang menyembah dewa petir.


Friday, December 18, 2015

Japan 2015 Shopping Time Part 2 (Skytree, Ginza, Odaiba, Harajuku, Shibuya)

Klik untuk melihat Itinerary Japan 2015

Di postingan kali ini, EHS akan gabung 2 hari yang isinya belanja semua. Sebetulnya bukan belanjanya yang heboh, karena teman-teman EHS hanya belanja sepatu. Di Tokyo, daerah-daerah yang terkenal memang merupakan daerah belanja. Sebut saja Shinjuku, Harajuku, Shibuya, Ginza yang namanya sangat popular, itu semua merupakan tempat belanja dengan karakter masing-masing.


Sabtu, 3 Oktober 2015

Tokyo Skytree dan Tokyo Solamachi


Tokyo Skytree ini menara pemancar TV tertinggi di Jepang menggantikan Tokyo Tower dan menjadi landmark Tokyo. Terdapat 2 tempat observasi dengan ketinggian 350 meter dan 450 meter, yang menjadikan tempat ini observasi tertinggi di dunia. Kita dapat naik ke atas dengan membayar JPY 2,060 untuk yang pertama, dan tambahan JPY 1,030 kalau ingin mengunjungi yang tertinggi. Tentu saja EHS tidak naik. Kan sudah EHS bilang, tiba-tiba uang Yen EHS minipis tanpa sebab yang penting hahaha .. Dan akhirnya EHS dan teman-teman ke Tokyo Solamachi, mall yang berada tepat di bawah Tokyo Skytree. Kita ke Tokyo Solamachi tujuannya hanya satu, cari counter Onitsuka Tiger, merk sepatu ternama dari Jepang. Dan Jepang terkenal dengan barangnya yang dijual dalam negeri bakal lebih mahal tetapi lebih bagus daripada buat ekspor. Makanya teman-teman EHS ke Onitsuka Tiger buat cari yang Japan Made yang tidak akan bisa ditemukan di Negara lain.

Friday, December 11, 2015

Japan 2015: Shopping Time Part 1 (Gotemba, Shinjuku)

Klik untuk melihat Itinerary Japan 2015

Setiap pergi berwisata, EHS selalu menyiapkan dana untuk belanja. Biasanya sih tidak banyak, dan kebanyakan juga masih sisa. Berhubung kali ini perginya sama teman-teman, maka EHS menyiapkan dana lebih untuk belanja (masih dalam kadar yang tidak berlebihan kok). Tidak mau juga kan, kalo yang lainnya belanja dan kamu hanya duduk dan prihatin hehehe ..


Jumat, 2 Oktober 2015

Tujuan hari ini adalah Gotemba Premium Outlet yang terletak di luar Tokyo. Gotemba merupakan kota kecil dekat dengan Gunung Fuji. Dalam rencana awal, EHS inginnya pergi ke Hakone Area dengan menggunakan Hakone Free Pass. Dengan Hakone Free Pass, kita dapat mengakses berbagai macam transportasi di Hakone untuk minimal 2 hari. Harga 2 hari pass JPY 5,140 dan 3 hari JPY 5,640. Atraksi utama di Hakone adalah ke puncak Owakudani dan berlayar di Lake Ashi. Sayangnya Owakudani sedang ditutup karena menaiknya aktivitas dari gunung tersebut. Karena harga yang mahal tapi tidak lengkap, maka EHS memutuskan untuk tidak ke Hakone tapi hanya ke Gotemba Premium Outlet saja. Website Hakone Free Pass dapat dilihat di Odakyu dan referensi lain di Japan Guide.

Friday, November 27, 2015

Japan 2015: Tokyo Disneyland and Disney Sea

Klik untuk melihat Itinerary Japan 2015


Kamis, 1 Oktober 2015.

Setiap orang dewasa pasti pernah mengalami masa muda. Seperti kita juga, biar pun belum bisa dibilang dewasa seutuhnya (soalnya kadang kita kekanak-kananan), tapi kita mau merasakan kembali saat-saat indah itu. Makanya jadwal kita kali ini adalah ke Disneyland dan Disney Sea.

Friday, November 13, 2015

Japan 2015: Asakusa, Ameyoko, Akihabara

Klik untuk melihat Itinerary Japan 2015



Rabu, 30 September 2015.

Hari ini merupakan hari pertama EHS menginjakkan kaki di Tokyo. Ada perasaan campur aduk di dalam hati EHS, antara excited ingin menaklukan jadwal dan capai yang luar biasa. Gara-gara tidur tidak nyenyak di bandara (bisa dilihat di sini Tidur Di Bandara Haneda), EHS merasa hampir sakit. Padahal EHS sudah makan, minum vitamin, tapi EHS merasa masih ‘ngeleyang’ (baca ringan atau setengah melayang). Padahal dulu sewaktu masih di rumah, EHS bilang pada teman-teman, kalau ikut EHS itu lumayan berat, karena EHS berusaha mengeluarkan uang seminim mungkin. Ga taunya EHS sendiri yang tumbang, sedangkan teman EHS masih segar bugar.

Maksud hati bakal bangun jam 5.30 pagi, bersih-bersih, beli tiket terusan, terus siap mengeksplore Tokyo. Ga taunya loket tiketnya buka jam 08.00. Ya sudah, mau ga mau tetap harus menunggu. By the way, kereta api di Tokyo ini banyak macamnya. Ada yang bernama JR, Subway, Metro, dan beberapa milik pribadi. Tiga pertama ini paling sering dipakai turis. Hari ini, EHS rencananya membeli tiket Welcome! Tokyo Subway Ticket 1 day seharga JPY 1200, yang dapat digunakan untuk perjalanan dari bandara ke Tokyo (sekali pakai) dan tiket terusan selama 1 hari (sampai jam 12 malam) menggunakan Subway dan Metro. Maka itu, EHS menjadwalkan ke Asakusa, Tsukiji Fish Market, Ameya Yokocho, Akihabara, Tokyo Skytree, yang semua dapat dicapai memakai Subway dan Metro. 

Friday, November 6, 2015

Tidur Di Bandara Haneda

Klik untuk melihat Itinerary Japan 2015


Wow .. 

Ini merupakan pengalaman pertama kali EHS tidur di bandara. Banyak master-master traveling yang sudah pernah tidur di bandara, dan EHS ingin sekali mengincip juga sekali-kali.

Ada berbagai pertimbangan sih sebetulnya untuk menginap di bandara, dan EHS akan mengulasnya. Keuntunganya sih irit di ongkos transportasi dan penginapan. Bagi yang naik pesawat dengan jam kedatangan malam, hal ini bisa sangat menghemat. Karena biasanya kalau malam hari, banyak transportasi murah sudah tidak berjalan. Adanya taxi yang super mahal dengan surcharge-nya. Selain itu, kita dapat menghemat penginapan untuk satu malam. Lagian di Bandara Haneda yang bagian international buka 24 jam. Ada beberapa tempat makan yang buka 24 jam.

Tapi yang namanya menginap di bandara itu berarti tidak ada ranjang yang layak, jadi siap-siap dengan keadaan yang di luar zona nyaman. Tidur tidak bisa nyenyak, badan sakit semua. Maka dari itu, EHS mengakali dengan perbekalan yang lumayan membuat  EHS merasa nyaman, yaitu:

Friday, October 23, 2015

Itinerary Japan 2015

Klik di sini untuk mengetahui pembuatan Free Visa Waiver Jepang dengan E-Passport

Klik link dibawah ini untuk cerita lebih lanjut. (dalam pembuatan / under construction)


Makan Pagi
Pagi
Makan Siang
Siang
Snack
Malam
Makan Malam
Penginapan
Hari 1





Hari 2

Khaosan Original
Hari 3
Bekal Sevel
Ramen hostel
Khaosan Original
Hari 4


Khaosan Original
Hari 5
Hostel
Khaosan Original
Hari 6

Hari 7
Matsuya

Ramen di Pontocho
Kyoto Hana
Hari 8

Shinkansen ke Osaka + Fukushima
Indomie
J-Hoppers
Hari 9
Yoshinoya Natto
Izakaya
J-Hoppers
Hari 10

Terbang ke Surabaya







Ohaio Gozaimas!!

EHS baru aja pulang dari Jepang, tapi sudah kangen berat nih. Jepang emang ngangenin banget deh.
Tau ga apa yang paling ngangenin dari Jepang?

Makanan? Pemandangan? Green tea? Kit kat?

Iya, itu juga sih. 

Tapi yang paling ngangenin adalah cewek-ceweknya hahaha ..  Bening banget. Ga semuanya cantik sih. Tapi sejauh mata memandang, EHS ga pernah lihat orang gemuk di sana. Yang ada sedang dan langsing. Jadi semua terkesan JAV (Japanese Adult Video) banget hahaha .. Siapa sih yang ga suka ‘Jepang’. Bayangin aja kalau mereka bilang KIMOCHI, siapa yang bisa tahan (sekarang bayangin kalau di perempatan shibuya semua orang bilang kimochi, pasti kamu muntah hahaha). Dan kebetulan lagi, EHS perginya ditemani sama 3 serigala buas yang kalo melihat ada cewek cantik lewat langsung senyum-senyum mesum sendiri hahaha ..

Tunggu saja ceritanya di postingan selanjutnya. EHS kali ini akan membahas garis besar tempat yang EHS kunjungi. Dan sorry kalau EHS update blog nya lama banget. EHS terserang penyakit MALAS hahaha .. Padahal jadwal EHS pergi sudah menumpuk. EHS cuma takut bakal tambah menumpuk terus, akhirnya dilompati hahaha .. Kembali ke cerita deh.

Friday, September 18, 2015

Bebas Visa Waiver Jepang dengan E-Passport

Waaahhhh J .. Tidak terasa, kurang beberapa hari lagi EHS berangkat ke Jepang. Doakan semua lancar ya, termasuk keuangannya yang sekarang lumayan bikin EHS stress berat. Jepang kan terkenal dengan mahalnya biaya hidup di sana. Dan EHS sudah cari banyak referensi supaya dapat berhemat sehemat mungkin disana. Untungnya, mulai 1 Desember 2014 yang lalu, bagi warga Negara Indonesia pemegang E-Passport atau paspor elektronik, dapat mendaftarkan ke kedutaan Jepang untuk Visa Waiver yang dapat digunakan layaknya visa secara gratis. Caranya? EHS akan menjelaskan caranya dibawah ini.

Syarat untuk dapat mengajukan visa waiver adalah kita harus mempunyai E-Passport. Untuk melihat cara membuat e-passport dapat dilihat disini. Setelah memiliki e-passport, kita hanya perlu mendatangi Kedutaan Besar Jepang. Perlu diperhatikan, biasanya Kedutaan Jepang sangat ketat dengan urusan domisili untuk proses pembuatan Visa Jepang biasa. Misal KTP kita Bali, maka kita hanya dapat membuat Visa Jepang hanya di Bali, tidak bisa di Jakarta atau Surabaya. Tapi untuk Visa Waiver, EHS tidak yakin domisilinya ketat apa tidak. Karena teman EHS yang KTP nya Bali, bisa mendapatkan Visa Waiver di Surabaya. Entah itu beruntung karena kelewatan, atau emang boleh kalau hanya Visa Waiver.

Untuk melihat pembagian wilayah yurisdiksi atau wilayah kerja bisa dilihat disini http://www.id.emb-japan.go.jp/conind.html. Dan untuk Kedutaan di Surabaya, kebagian untuk mengurus pembuatan Visa Jepang daerah Jawa Timur, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan.

Setelah sampai di Kedutaan Jepang, maka kita akan mengisi buku tamu, dan meninggalkan handphone di tempat penitipan di security depan. Lalu kita diijinkan masuk dan mengambil nomor antrian *tidak tau gunanya nomor antrian lha wong yang antri sebelum EHS cuma ada 1 orang dan ga ada orang dibawah EHS alias SEPI hahaha*. 

Setelah nomor kita dipanggil *langsung ga pake nunggu*, kita harus memberitahu kalau ingin mengajukan Visa Waiver, dan petugas akan memberi selembar formulir yang harus di isi.


Setelah mengisi, kembalikan formulir tersebut, dan petugas akan mencetak kertas untuk mengambil E-Passport yang sudah ditempeli Visa Waiver Jepang keesokan harinya. Sangat mudah bukan hahaha ..


Perlu diperhatikan, Visa Waiver yang diberikan ini masa berlakunya selama 3 tahun, tetapi sekali datang hanya bisa menginap selama 15 hari saja. Jadi, jika kamu pengguna E-Passport, tetapi kamu butuhnya menginap lebih dari 15 hari, kamu harus apply Visa Turis biasa. Atau bisa juga kamu tinggal di Jepang 15 hari, terus keluar dari Jepang, dan masuk kembali ke Jepang. Dan yang tidak kalah pentingnya, apabila e-passport sudah habis masa berlakunya, walaupun Visa Waiver masa berlakunya masih lama, maka Visa Waiver akan tidak berlaku juga mengikuti E-Passport. Kita dapat mengajukan Visa Waiver kembali, jika e-passport yang baru sudah jadi.

Untuk pengambilan keesokan harinya, apabila kamu perginya satu group, maka surat pengambilannya hanya dibuatkan 1. Dan pengambilan e-passport boleh diwakilkan kepada salah satu group tersebut yang juga sama-sama mengajukan Visa Waiver .

Selesai sudah pembuatan Visa Waiver Jepang. Dan jangan lupa untuk mengambil handphone yang disimpan di security depan. Arigatou gozaimas ..

Oh iya, EHS dapat watermark baru dari kakak Alethea yang cantik, baik hati dan tidak sumbung. Dan EHS cuma ingin pamer hahaha ..

Friday, July 10, 2015

Singapore – Food Adventure


Untuk sebelumnya, EHS ucapkan selamat berbuka puasa bagi Sahabat EHS yang menjalankannya. Karena dalam momen puasa, makanya postingan ini EHS jadwal di pukul 19.00, untuk menghormati Sahabat EHSNOUTA yang sedang melaksanakan puasa. Semoga ibadahnya lancar.

Baru kali ini EHS pergi ke suatu tempat, tapi tujuan utamanya hanya makan, makan dan makan hahaha .. Sebetulnya EHS SANGAT SUKA SEKALI makan. Masih ingat kan kalau EHS pernah gemuk kayak babi (kalau ga ingat bisa dilihat disini), rasanya itu sudah lebih dari cukup untuk membuktikan bahwa EHS suka makan. Tetapi siapa sih yang ga suka makan? Makanya EHS buat jadwal itinerary yang tujuan utamanya adalah makan.


Ssikkek


Siapa yang belum pernah makan samgyupsal, atau Korean BBQ lainnya? Korea yang lagi naik daun, melebarkan sayapnya dengan berbagai metode. Mulai dari dramanya, k-pop idol, dan sekarang makanan dan dessert-nya. Ssikkek ini merupakan restoran AYCE (all you can eat) yang menyediakan buffet aneka macam daging dan masakan korea. Dan enaknya lagi, kita bebas mengambil apa saja selama kita sanggup menghabiskan. Biasanya, resto seperti ini menerapkan denda kalau kita tidak dapat menghabiskan apa yang kita ambil, tapi EHS tidak tau juga sih untuk resto ini. Soalnya EHS ambilnya semampu EHS makan sih.