Thursday, December 25, 2014

Christmas Present For Me - Sony ILCE 5100 White

HOHOHO ..

Tau ga kalian bahwa St. Claus atau dibaca sinterklas itu benar-benar ada?


EHS sih percaya (berasa seperti anak kecil di negeri ajaib). Makanya EHS menulis surat kepada dia.

Dear Santa, 
Aku memerlukan SENJATA yang bagus, ga bengkok, perkasa dan tahan lama. Selain itu lebih baik kalau bisa digunakan untuk menyenangkan wanita-wanita yang kukasihi dan enak juga dipakai buat menyenangkan diri sendiri. Terima kasih Santa. Akan kutunggu balasannya. 
With Love,
EHSNOUTA

Wednesday, December 24, 2014

Christmas Present For You - WEIGHT LOSS

Halo Sahabat EHSNOUTA!! Sebelumnya EHS akan mengucapkan


Selamat Natal 2014

Pada kesempatan natal kali ini, EHS akan membagikan hadiah untuk kalian semua (berasa sinterklas). Tapi sebelumnya, silahkan melihat sebuah foto dibawah ini.


Thanks to Leevy for amazingly disgusting photo (me) hahaha ..
Hahaha .. Sebetulnya EHS sangat malu untuk menampilkan foto tersebut. Tapi karena EHS ingin menjadi blogger yang terbuka untuk para Sahabat EHSNOUTA, maka EHS memberanikan diri untuk membuka AIB EHS hahaha .. Foto diatas adalah foto sebelum dan sesudah EHS melakukan DIET. Memang butuh waktu yang lama, sekitar 2 tahun untuk turun dari 99 kg menjadi 63 kg. Tapi itu dikarenakan EHS tidak disiplin, EHS sakit, pesta dll. Kalau tidak ada halangan, mungkin dalam 8 bulan sudah bisa.

Dan untuk itu, EHS akan membagikan bagaimana usaha EHS dalam mencapai hal tersebut.

1. Makanan yang sehat

Makan Pagi
EHS biasanya makan pagi dengan memilih salah satu dari beberapa pilihan, 2 lembar roti tawar (gandum lebih baik) dengan selai coklat kacang, atau telur rebus 2 butir atau apel/jeruk, atau semangkuk kecil sereal makanan pagi (baik yang coklat, jagung maupun yang oatmeal).

Makan Siang
Makan siang dengan menu normal tetapi kalau bisa yang berprotein tinggi. Dan karbohidrat (nasi, mie, roti) secara bertahap harus dikurangi. Tubuh kita mendapatkan tenaga dari karbohidrat, lemak dan protein. Tetapi tubuh memilih karbohidrat dulu, baru lemak, baru kemudian protein. Jadi, dengan mengurangi nasi dan memperbanyak protein, maka tubuh akan memilih untuk membakar lemak tubuh kita terlebih dahulu untuk tenaga yang kita pakai. Tapi jangan sampai kita tidak memakan karbohidrat sama sekali. Karena tubuh kita akan jenuh. Dan begitu kita ketemu nasi, tubuh kita akan merasa senang sehingga terjadilah proses BALAS DENDAM dengan memakan lebih banyak dan sulit dikendalikan.

Makan Malam
EHS malam hanya makan buah atau oatmeal. Usahakan makan sebelum jam 6 malam.

Minum
Perbanyak minum air. EHS pada waktu bekerja bisa menghabiskan 1,5 liter air. Belum termasuk sepulang kerja dan air dalam makanan. Air sangat berguna untuk membuang sisa pembakaran tubuh, racun dalam tubuh dan juga lemak. Makanya perbanyak minum.

2. Olah raga

Sebelumnya, EHS paling tidak suka berkeringat. Jadi kalau saat pelajaran olah raga di sekolah, EHS kalau lari hanya jalan kaki. Pokoknya EHS sangat benci keringat. Tetapi itu semua berubah pada waktu traveling. EHS jadi mulai giat jalan kaki bahkan lari pagi gara-gara traveling. EHS ingin punya stamina yang kuat, jadi waktu traveling EHS dapat semaksimal mungkin menjelajah tempat tujuan wisata. Dan ternyata, dengan memperbanyak massa otot, akan membantu meningkatkan metabolisme tubuh. Dengan memperbanyak otot, maka walau kita hanya duduk-duduk bermalas-malasan, akan menguras energi lebih banyak daripada orang yang tidak mempunyai otot. Jadi, EHS berolah raga ringan yang tidak memerlukan biaya (alokasi dana lebih senang dibuat untuk traveling). EHS hanya berolah raga 15 menit dengan memilih salah satu untuk setiap hari jalan/lari, sit up, push up. Biar sebentar, yang penting bisa segar.

3. Tidur

Usahakan tidur yang cukup. Tidur juga memerlukan energi. Dan dengan tidur awal, Sahabat EHS akan terbebas dari rasa lapar pada malam hari (kebiasaan EHS ngemil di malam hari). Selain itu, dengan tidur yang cukup akan membuat kita segar sewaktu bangun pagi, dan akan menaikkan mood kita sehari itu. Hal baik lainnya dengan tidur yang cukup adalah membuat awet muda. Pada waktu tidur, tubuh memperbaiki sel-sel yang telah rusak. Jadi dengan tidur yang cukup, maka sel yang mati akan diremajakan kembali, sehingga kita dapat awet muda.

4. Hobby

Lakukan kesenangan anda. Maka resiko stress akan berkurang. Stress akan membuat sebagian orang akan ingin makan atau ngemil. Contohnya hobby EHS adalah traveling, kuliner, nyanyi, nonton, baca buku, shopping (yang EHS kurangi karena lebih baik dilokasikan ke traveling). Misal hobby anda makan sama seperti EHS, tetap harus berjaga-jaga dan diberi waktu. Misal karena kita sudah disiplin dalam seminggu ini, maka EHS berhak mendapat libur sehari dengan makan enak (tetap perhatikan porsinya).

5. Berpikir positif dan bersyukur

Yang paling penting adalah berpikir positif dan bersyukur. Dengan berpikiran positif, maka sgalanya bakal terasa lebih mudah. Dengan bersyukur atas segala hal, maka walaupun EHS pada waktu sedih sekalipun akan tetap merasa EHS lebih beruntung daripada sebagian orang yang lain. Dengan begitu kita tidak akan mudah menyerah dalam hal apapun termasuk DIET.

----------

Semoga dengan tips-tips dari EHS akan membuat Sahabat EHS lebih terdorong untuk menjaga kesehatan dan penampilan. Karena dengan penampilan yang bagus, maka kepercayaan diri kita pun meningkat. Tetapi peringatan dari EHS, jangan OVER CONFIDENCE. Karena segala sesuatu yang berlebihan itu nggak baik (tapi EHS mau kalo over kaya raya hahaha ..)

Thursday, December 18, 2014

Pobling (Product Review)

Hai hai hai Sahabat EHSNOUTA yang sangat EHS cintai, karena ga ada loe ga ramai. EHS dapat MAINAN baru nih. Dan mainan JENIS ini lagi hits di Korea dan penggemar Korea tentunya. Merk yang ada pun sudah beragam. Yang EHS pakai namanya adalah Pobling.


My love juga pakai ini juga hahaha ..
Pobling adalah sikat wajah otomatis buatan Korea dengan bulu sintetis (bukan bulu yang keriting itu lo ya) yang sangat halus dan banyak. Dengan hanya memakai 1 baterai AAA, dia dapat bergetar perlahan dan maju mundur seperti vibratxx sehingga dapat menjangkau sampai ke pori-pori wajah.

Friday, November 14, 2014

Diintip di Toilet


Pernah ga Sahabat EHS diintip di urinoir toilet? Wiiiihhhh .. Tidak bisa membayangkannya kan? EHS juga. Tapi EHS punya pengalaman diintip di toilet lo, jadi bisa dijadikan peringatan ataupun pelajaran.


Singapore

Waktu itu EHS sedang di Bugis Junction. Sebetulnya tidak ada kejadian intip-mengintip sih di sini. Hanya saja anak muda Singapore itu kalau kencing agak jauh dari urinoir. Jadinya seperti disengaja minta diintip hahaha .. Ternyata mereka melakukan itu karena takut air seninya mengenai pakaiannya.


Taipei

Taipei Main Station (selanjutnya disebut TMS) merupakan pusat dari transportasi di Taipei. Kalau mau kemana saja, pasti melewati sini. Jadi bisa dibayangkan betapa ramainya saat jam pulang kerja. Selain itu, TMS dikelilingi banyak pusat perbeanjaan dan mall yang menyambung dengan TMS, yang menyumbang juga banyaknya pengunjung di TMS ini.

Thursday, November 6, 2014

Magnum Marc de Champagne

EHS kali ini hanya mau mengingatkan pada Sahabat EHSNOUTA, kalau kebetulan berkunjung ke Singapore, jangan lupa untuk mencicipi ice cream ini ya.


Walaupun ini keluaran ice cream Walls juga (ada di Indonesia juga), tapi untuk rasa ini tidak dikeluarkan di Indonesia. Untuk harganya memang agak mahal sekitar 3 kali lipat kalau dibanding Indonesia. Tapi tidak ada salahnya untuk mencoba varian baru. Selain itu, dinginnya es ini akan mengobati kita dari hawa Singapore yang juga panas. Dan jangan dilupakan untuk coklatnya yang mengandung zat yang dapat membuat kita bahagia. Jadi ditengah panasnya Singapore, tidak ada salahnya untuk mendongkrak mood kita dengan mood booster ini.


Tuesday, October 21, 2014

De Mandailing Cafe Surabaya

Tidak tahu mulai kapan, tetapi jalanan di dekat rumahku Surbaya sekarang mulai banyak dihiasi cafe-cafe yang lumayan cantik. EHS sangat menyukai cafe biarpun kecil, tetapi interiornya setidaknya lumayan menarik. Karena di Seoul, juga banyak cafe rumahan yang sangat cantik. Di Jakarta sekarang juga mulai bertebaran cafe cantik. Semoga dengan ini, cafe cantik di Surabaya (terutama di jalanan rumah EHS) mulai booming juga. Dengan begitu, EHS tidak akan kesulitan untuk mencari kopi ketika di Surabaya.

Tidak jauh dari rumah EHS, berdirilah sebuah cafe yang bernama de Mandailing. Dan senangnya lagi, dari rumah EHS dapat berjalan kaki kira-kira 3 menit HAHAHA ..

Tempatnya tidak luas, karena hanya menempati sebuah ruko di kawasan Klampis. Untungnya interiornya lumayan rapi sehingga biarpun tidak terlalu luas, tetap terasa lega. Cafe ini sistemnya seperti cafe-cafe di mall. Setelah masuk, kita memesan makanan dan minuman di kasir dan sekalian membayar. Setelah itu kita memilih tempat duduk, kita dapat memilih di lantai bawah atau di lantai atas. Setelah beberapa saat, pesanan kita pun datang.






Monday, October 6, 2014

Thailand 2014: Asiatique

Thailand merupakan salah satu negara kesukaan EHS. Tetapi sayangnya penerbangan dari Surabaya menuju Bangkok sekarang tidak ada yang murah. Jadi waktu EHS ke Cambodia kemarin, karena sudah dekat dengan Thailand, EHS sempatkan mampir sebentar di Bangkok. Tujuan utama di Bangkok adalah belanja dan kuliner hehehe .. Jadi EHS tidak akan menceritakannya lagi. Tetapi ada satu tempat yang akan EHS bahas kali ini.


Asiatique The Riverfront



Merupakan night market yang lumayan baru di Thailand yang dibuka pada bulan Mei 2012. Sebetulnya sudah cukup lama, tetapi EHS baru berkesempatan mengunjunginya sekarang. Waktu terbaik mengunjungi tempat ini adalah pada waktu malam hari, ketika lampu-lampu mulai menyala, musik-musik mengalun merdu, dengan model bangunan yang seperti blok-blok pertokoan dengan gang-gang yang hanya dilalui pejalan kaki, menambah kesan romantis tempat ini. 



Monday, September 8, 2014

Cambodia 2014: Angkor Archeological Park

Kamis, 31 Juli 2014.

Akhirnya sampai juga di puncak acara yang ada di Cambodia. Angkor Archeological Park ini merupakan suatu lahan (yang sangat luas) yang berisi kumpulan candi-candi. Karena sangat luas, EHS sampai tidak dapat menjamah semuanya. Ada berbagai macam cara untuk menuju kesini, naik sepeda (rental sepeda USD 2/hari), menyewa motodop (ojek) seharian USD 10-15, menyewa tuk-tuk seharian USD 15-20 (tuk-tuk bisa ditumpangi sampai 3 orang, jadi biaya juga dibagi 3), dan yang terakhir yang EHS pilih adalah menggunakan tour lokal USD 13. Dengan tour lokal, kita bergabung dengan orang lain dan dijemput dengan minivan dengan AC dan diberi aqua 1 orang 1 botol. Kalau untuk pertama kali kesini, akan sangat membingungkan kalau tidak memakai guide. Terkadang sopir tuk-tuk juga memberi penjelaskan kepada customernya. Tetapi pasti ada perbedaan yang besar antara guide bersertifikasi dan sopir tuk-tuk. Jadi, EHS memilih yang terbaik. Jika nanti diberi kesempatan yang lain, setidaknya EHS sudah memiliki bekal dari guide profesional.

Untuk masuk ke kompleks candi, kita akan berhenti di sebuah bangunan untuk membayar tiket masuk dan berfoto. Tiket masuk kita nanti bakal ada foto kita. Tiket tersebut jangan sampai hilang, karena disetiap pintu masuk candi bakal diperiksa. Untuk tiket masuknya sehari (one day pass) USD 20, tiga hari (three day pass) USD 40, seminggu (one week pass) USD 60. Cukup mahal memang, tetapi sebanding dengan kemegahannya.


Jika kita menggunakan tour lokal, kita tidak dibawa ke semua candi. Tetapi hanya dibawa ke candi-candi yang terkenal saja. Setelah itu sampailah kita di pintu masuk komplek Angkor.


Wednesday, August 27, 2014

Cambodia 2014: Siem Reap

Halo Sahabat EHSNOUTA, kali ini EHS akan membahas tujuan utama EHS berlibur ke Cambodia ini. Siem Reap sudah menjadi tujuan wisata dunia. Semua itu dikarenakan oleh kemegahan candi-candi di Angkor yang letaknya dekat dengan Siem Reap. Jadi mau tidak mau, Siem Reap pun ikut berkembang menjadi tempat tujuan wisata karena banyak penginapan dan restauran maupun pasar dan bar untuk kebutuhan para turis.

Selain itu, Angkor menjadi semakin popular karena menjadi tempat shooting film Tomb Rider yang diperankan oleh Angelina Jolie. Masih ingat dengan candi yang terikat dengan pohon dan akarnya dalam film, itu menjadi salah satu tempat paling popular buat foto bagi para turis. Semua itu mengakibatkan Siem Reap semakin dilirik. Jadi lengkap sudah semua euforia di sini. Mari ikuti perjalanan EHS.


Rabu, 30 Juli 2014. Phnom Penh - Siem Reap.

EHS dari Phnom Penh menuju Siem Reap menggunakan hotel bus. Masih ingat dengan kecelakaan yang dialami bus ini, ban bus ini terjebak dalam tanah gembur. Sehingga jadwal sampai di Siem Reap pun molor dari jam 6 pagi menjadi jam 10 pagi. Bus kalau dibawah jam 6 boleh masuk ke dalam kota. Tetapi kalau di atas itu, harus parkir di pinggir kota. Dari pangkalan bus di pinggir kota, kita dapat menggunakan tuk-tuk untuk menuju ke penginapan. Ongkos tuk-tuk sudah ditentukan USD 2/orang biar jauh dekat selama di dalam kota Siem Reap. Jadi kita tidak dapat menawar, maupun share dengan orang lain, karena tarifnya per orang.

Setelah sampai di hostel, EHS pergi bersama dengan 2 teman baru EHS dari hotel bus untuk makan. Setelah itu berpisah karena tujuan mereka langsung ke Angkor, sedangkan jadwal EHS ke Angkor keesokan harinya karena sudah janji dengan teman EHS yang sehostel di Phnom Penh. Salut untuk teman EHS, karena mereka ke Angkor naik sepeda. Banyak juga sih turis yang menyewa sepeda untuk ke Angkor. Kalau EHS punya waktu banyak pun pasti juga mencoba hal itu *alasan saja* *padahal malas*

Sebenarnya EHS sudah memiliki jadwal yang karena terlambat datang, maka banyak yang terlewati. Tetapi EHS akan tetap bahas satu per satu.


Phsar Chas

Phsar Chas ini merupakan Central Market. Jadi di pasar ini menjual barang-barang seperti pasar pada umumnya. EHS juga tidak tahu dari mana asalnya, tetapi EHS sangat suka mengunjungi pasar untuk melihat kehidupan orang lokal dan menemukan makanan yang biasa dimakan orang lokal. Sayangnya EHS melewatkan hal ini.


Silk Farm

EHS juga menyukai segala sesuatu yang berhubungan dengan hewan (selama bukan kecoak) dan juga EHS suka mempelajari proses produksi. Makanya walaupun silk farm ini bukan tujuan utama turis, EHS tetap memasukkan ini ke dalam list yang dikunjungi EHS. Artisan d'Angkor merupakan toko cendera mata yang lumayan terkenal dan buatannya bagus. Dia juga menjual sutra yang diproduksi sendiri dari silk farm-nya. Dan bagusnya lagi, kita dapat mengunjungi silk farm secara gratis, tetapi disarankan untuk memberikan tips (USD 2) untuk guide yang mendampingi dan menjelaskan segala sesuatunya kepada kita. Kita dapat melihat peternakan ulat sutra dan proses pembuatannya sampai menjadi sutra yang siap pakai. Sayangnya EHS juga melewatkan yang ini juga.

Karena berada di pinggir kota, maka cara menuju kesini dengan menggunakan tuk-tuk atau motodop. Tetapi di outlet Artisan d'Angkor yang berada di dekat pusat keramaian menyediakan shuttle gratis untuk jam-jam tertentu.


Angkor National Museum


Monday, August 11, 2014

Cambodia 2014: Phnom Penh

Halo Sahabat EHSNOUTA, sebenarnya trip kali ini EHS pergi ke Singapore, Phnom Penh, Siem Reap dan Bangkok. Tetapi untuk Singapore dan Bangkok tidak akan EHS jelaskan secara detail, karena sebagian besar sudah ada di postingan EHS yang lain. Karena EHS hanya mengunjungi Singapore dan Bangkok hanya untuk belanja hehehe .. Tetapi untuk Bangkok akan ada tambahan sedikit. Jadi, fokus utamanya adalah Kamboja (Cambodia).


Senin, 28 Juli 2014. Singapore - Phnom Penh.

Pesawat EHS dari Singapore berangkat pukul 13.55 dan tiba di Phnom Penh pukul 15.00. Harap hati-hati dengan transportasi menuju penginapan. Untuk transport ke penginapan, kita mempunyai 3 pilihan, yang pertama adalah motodop (ojek). Motodop ini merupakan transport paling murah. Tetapi motodop hanya ada di luar dari kawasan airport. Dan untuk harganya biasanya USD 5. Yang kedua adalah tuk-tuk. Tuk-tuk ini lebih mahal dari motodop. Biasanya untuk menuju penginapan USD 8. Waktu itu tuk-tuk yang menghampiri EHS meminta USD 12 untuk menuju penginapan. Dan tentu saja EHS menolaknya. Dan terakhir adalah taxi. Biasanya ongkos taxi USD 12. Setelah berdebat dengan tuk-tuk, EHS mencoba menawar taxi, dan dengan mulusnya taxi itu memberikan tarif hanya USD 9. Harap diperhatikan, taxi disini tidak memakai argo. Jadi untuk semua jenis transportasi disini harap mengeluarkan skill untuk menawar. Dan untuk mengetahui harga normalnya, kita dapat bertanya kepada information di airport atau resepsionis penginapan kita.

EHS di Phnom Penh menginap di One Stop Hostel. Hostel ini sangat nyaman. EHS tidak terlalu suka dengan hostel yang memiliki bar, karena bakal mengganggu istirahat, tetapi enaknya kita dapat mempunyai teman banyak. One Stop Hostel ini tidak memiliki bar, sangat bersih dan lokasinya sangat strategis. Berada di dekat tempat berhentinya bus malam ke Siem Reap yang akan EHS naiki. Selain itu lokasinya berada di riverside (pinggir sungai) yang oleh pemerintah disulap menjadi taman yang sangat nyaman. Selain itu banyak cafe dan street vendor yang memudahkan kita untuk mencari makanan. Karena EHS sudah cocok dengan hostel ini, maka untuk di Siem Reap EHS juga menggunakan One Stop Hostel juga. Karena memiliki lokasi yang strategis juga.

Sesampai di hostel, EHS check in mengatur barang dan mandi. Enaknya tinggal di hostel itu karena kita bakal sekamar dengan orang lain, yang berarti kita tidak akan sendirian walaupun kita lagi traveling sendirian. Setelah semuanya selesai, EHS memutuskan mengunjungi Wat Phnom dan setelah itu mencari makan. Beruntungnya EHS karena teman sekamar EHS mau ikut bersama dengan EHS.


Wat Phnom

Wat artinya kuil dan Phnom artinya bukit, jadi arti wat phnom adalah kuil yang dibangun diatas bukit. Tidak ada yang spesial dari kuil ini. Tetapi sejarah kuil ini yang menjadikannya spesial. Konon ada seorang janda kaya bernama Penh yang menemukan pohon koki di sungai. Dan ternyata di dalam pohon itu terdapat patung Budha yang terbuat dari perunggu. Kemudian janda itu membuat kuil diatas bukit untuk melindungi patung tersebut. Dan akhirnya raja membangun kuil untuk menghormati janda itu, dan membuat nama janda tersebut untuk kota ini. Jadi Phnom Penh memiliki hubungan dengan kuil ini dan janda yang membangun kuil ini.