Macau merupakan daerah khusus yang memiliki administrasi
sendiri (SAR) dari Negara Tiongkok. Karena mempunyai hak tersebut, maka
mengunjungi Macau seperti mengunjungi suatu Negara tersendiri, dengan
peraturannya sendiri, mata uang sendiri (walaupun CNY dan HKD tetap diterima),
dan dahulu juga mempunyai cap masuk pada paspor sendiri (tapi terakhir ke
Macau, cap sudah tidak diberikan).
Saturday, March 19, 2016
Friday, February 12, 2016
10 Hal Yang Harus Dilakukan Di Hong Kong
Hong Kong merupakan salah satu destinasi favorit banyak
orang Indonesia. Mungkin karena pariwisatanya yang digarap dengan bagus,
makanannya yang banyak disukai orang dan yang pasti surge belanja karena Hong
Kong ini bebas pajak. Dan untuk membantu Sahabat EHSNOUTA menjelajah Hong Kong,
EHS akan memberikan poin-poin yang menjadi kesukaan EHS.
Friday, January 15, 2016
Japan 2015: Mengejar Harry Potter di Universal Studios Japan
Klik untuk melihat Itinerary Japan 2015
Rabu, 7 Oktober 2015
Hari ini rencananya pergi ke Universal Studios Japan (USJ). Theme
Park brand Universal Studios pertama di Asia. Dan tempat ini merupakan tujuan
utama EHS untuk berkunjung ke Jepang, karena EHS fans berat terhadap salah satu
karakter yang diusung oleh USJ, Harry Potter.
Sebelum memasuki USJ, kita akan melewati Universal Citywalk
Osaka. Universal Citywalk Osaka merupakan shopping mall yang berisi segala
sesuatu tentang USJ maupun Osaka. Ada Universal hotel, banyak restoran dan toko
yang menjual souvenir termasuk souvenir dari Universal Studios dan Osaka.
Selain itu, ada Osaka Takoyaki Museum yang berisi vendor-vendor takoyaki yang
lumayan terkenal.
Saturday, January 9, 2016
Japan 2015: Toei Eigamura Kyoto
Klik untuk melihat Itinerary Japan 2015
Selamat Tahun Baru
Wah, telat ya? Ga papa deh, tahun baru EHS banyak acara sih,
jadinya tidak sempat untuk update di blog.
Selasa, 6 Oktober 2015
Kali ini EHS akan membahas sebuah theme park yang bertemakan
Tokyo lama. Sebetulnya tempat ini merupakan studio untuk set film-film kerajaan
maupun Tokyo pada masa lampau. Ada 200 film yang diambil di tempat ini setiap
tahun (ini kata websitenya Toei Eigamura).
Dan di sini pula, kita dapat menemukan karakter-karakter pada jaman EDO,
seperti Ninja, Geisha, Samurai, dan bahkan ada show-show menarik yang walaupun
dalan Bahasa Jepang, dengan anehnya EHS dan teman-teman bisa menikmati dan ikut
terbawa arus cerita. Tiket masuknya sebesar JPY 2,200.
Sebetulnya bukan tujuan EHS untuk datang ke sini. Tapi
utungnya teman EHS bersikeras untuk datang, dan EHS juga suka. Itulah salah
satu keuntungan pergi dengan banyak orang, yang berpikir ada banyak. Tapi juga
ada tidak enaknya juga, karena keinginannya banyak, jadi harus saling mengalah.
Tapi secara keseluruhan, pergi sama teman itu enak banget, ceria terus hahaha
..
Kembali ke Toei, sebetulnya theme park ini bagus, sayangnya
kurang ramai. Mungkin warga Jepang sudah bosan dengan theme park satu ini,
sehingga terkesan sepi, seperti saat ada pertarungan antara ninja dan samurai
di tengah jalan yang belum beraspal. Dan kebanyakan pengunjungnya merupakan
acara tour dari sekolah, jadi isinya anak-anak kecil semua #kecewa. Misal isinya banyak
cewek cantik dan sexy, selanjutnya mereka menyewa kostum-kostum dan dipakai seminim mungkin, pasti theme park ini
jauh lebih menyenangkan hahaha ..
Simak saja foto-foto di bawah ini.
Friday, December 25, 2015
Japan 2015: Arashiyama, Kinkaku-ji, Higashiyama, Kiyomizudera, Fushimi Inari
Klik untuk melihat Itinerary Japan 2015
Sebelum melanjutkan cerita, EHS mau mengucapkan Selamat Hari Natal bagi Sahabat EHSNOUTA yang merayakannya.
Setelah beberapa hari di Tokyo
yang dilewati dengan (kebanyakan) belanja, rasanya perjalanan EHS di Jepang dimulai
sejak di Kyoto. Salah EHS sendiri sih, karena EHS sudah tau kalau Tokyo
kebanyakan tempat perbelanjaanya yang terkenal, justru menyediakan hari paling
lama di sana. Sebetulnya Tokyo juga tidak melulu tempat belanja, ada Disneyland
and Sea yang karena cuaca tidak bersahabat jadi banyak acara dibatalkan, selain
itu seharusnya ada Fujiko F. Fujio Museum alias Doraemon Museum yang EHS tidak
datangi karena luar kota (dan EHS sedikit menyesal T.T), dan juga ada Edo
Museum (outdoor) yang juga terletak di luar kota. Tapi untungnya EHS sudah
memiliki pola pikir dengan ekspektasi yang rendah, terkadang sesuatu yang biasa
bisa menjadi kejutan.
Senin, 5 Oktober
2015
Setelah semalaman tidur nyenyak di dalam bus,
sampai juga di Kyoto. Keluar dari bus, kita sudah disambut oleh udara dingin di
Kyoto dengan sedikit kabut. Ya, inilah yang kucari. Jalan sedikit keluar dari
Kyoto Station, aku sudah merasakan kalau bakal jatuh cinta sama kota ini. Ritme
hidupnya, suhunya, jalan-jalan menuju penginapan beserta banyak restaurant
kecil yang menawarkan menu sarapan pagi yang baru saja matang, café-cafénya,
semua aku suka. Kurapatkan jaketku karena tidak beberapa lama, aku mulai
kedinginan.
Sesampai di penginapan, kita menitipkan barang dan
membersihkan diri dari dosa-dosa yang kita lakukan selama di bus. Cemilan di
Jepang memang enak-enak. Karena sebelum tidur makan banyak, maka bengkak juga
akhirnya wajahku. Padahal di Kyoto ini bakal banyak tempat wisata yang
dikunjungi. Yah, berharap saja wajah bengkaknya cepat menyusut.
Jam menunjukkan pukul 10.00. Lagi-lagi jadwal meleset,
sehingga aku harus memutar otak untuk membuang sebagian jadwal dan memikirkan
rute maupun alat transportasi yang akan digunakan. Untungnya juga, jadwal yang
dibuang memang terkenal bagusnya kalau musim bunga sakura. Jadi tidak terlalu
menyesal juga.
Arashiyama
Untuk menuju Arashiyama, kita perlu kembali ke Kyoto
Station. Enaknya menginap di Kyoto Station yaitu mudahnya transportasi, karena
semua tempat bisa dituju dari Kyoto Station. Jangan malu bertanya, walaupun
Kyoto tidak sebesar Tokyo, tapi Kyoto Station juga membingungkan karena
banyaknya jalur yang ada.
Arashiyama merupakan daerah di bagian barat Kyoto. Terkenal
dengan pemandangan alamnya yang cantik dan sederetan pohon bambunya. Kalau
punya waktu banyak, menjelajah Arashiyama sendiri bisa memakan waktu dari pagi
hingga sore. Jangan lewatkan menaiki kereta api wisata di sini. Karena EHS
tidak punya waktu banyak, maka EHS hanya melewati Bamboo Groves dan Tenryu-ji
Temple yang menyembah dewa petir.
Friday, December 18, 2015
Japan 2015 Shopping Time Part 2 (Skytree, Ginza, Odaiba, Harajuku, Shibuya)
Klik untuk melihat Itinerary Japan 2015
Di postingan kali ini, EHS akan gabung 2 hari yang isinya
belanja semua. Sebetulnya bukan belanjanya yang heboh, karena teman-teman EHS
hanya belanja sepatu. Di Tokyo, daerah-daerah yang terkenal memang merupakan
daerah belanja. Sebut saja Shinjuku, Harajuku, Shibuya, Ginza yang namanya
sangat popular, itu semua merupakan tempat belanja dengan karakter
masing-masing.
Sabtu, 3 Oktober
2015
Tokyo Skytree dan
Tokyo Solamachi
Tokyo Skytree ini menara pemancar TV tertinggi di Jepang
menggantikan Tokyo Tower dan menjadi landmark Tokyo. Terdapat 2 tempat
observasi dengan ketinggian 350 meter dan 450 meter, yang menjadikan tempat ini
observasi tertinggi di dunia. Kita dapat naik ke atas dengan membayar JPY 2,060
untuk yang pertama, dan tambahan JPY 1,030 kalau ingin mengunjungi yang
tertinggi. Tentu saja EHS tidak naik. Kan sudah EHS bilang, tiba-tiba uang Yen
EHS minipis tanpa sebab yang penting hahaha .. Dan akhirnya EHS dan teman-teman
ke Tokyo Solamachi, mall yang berada tepat di bawah Tokyo Skytree. Kita ke
Tokyo Solamachi tujuannya hanya satu, cari counter Onitsuka Tiger, merk sepatu
ternama dari Jepang. Dan Jepang terkenal dengan barangnya yang dijual dalam
negeri bakal lebih mahal tetapi lebih bagus daripada buat ekspor. Makanya
teman-teman EHS ke Onitsuka Tiger buat cari yang Japan Made yang tidak akan
bisa ditemukan di Negara lain.
Friday, December 11, 2015
Japan 2015: Shopping Time Part 1 (Gotemba, Shinjuku)
Klik untuk melihat Itinerary Japan 2015
Setiap pergi berwisata, EHS selalu menyiapkan dana untuk belanja. Biasanya sih tidak banyak, dan kebanyakan juga masih sisa.
Berhubung kali ini perginya sama teman-teman, maka EHS menyiapkan dana lebih
untuk belanja (masih dalam kadar yang tidak berlebihan kok). Tidak mau juga kan,
kalo yang lainnya belanja dan kamu hanya duduk dan prihatin hehehe ..
Jumat, 2 Oktober
2015
Tujuan hari ini adalah Gotemba Premium Outlet yang terletak
di luar Tokyo. Gotemba merupakan kota kecil dekat dengan Gunung Fuji. Dalam
rencana awal, EHS inginnya pergi ke Hakone Area dengan menggunakan Hakone Free
Pass. Dengan Hakone Free Pass, kita dapat mengakses berbagai macam transportasi
di Hakone untuk minimal 2 hari. Harga 2 hari pass JPY 5,140 dan 3 hari JPY
5,640. Atraksi utama di Hakone adalah ke puncak Owakudani dan berlayar di Lake Ashi. Sayangnya Owakudani sedang ditutup karena menaiknya aktivitas dari gunung
tersebut. Karena harga yang mahal tapi tidak lengkap, maka EHS memutuskan untuk
tidak ke Hakone tapi hanya ke Gotemba Premium Outlet saja. Website Hakone Free Pass dapat dilihat di Odakyu dan referensi lain di Japan Guide.
Friday, November 27, 2015
Japan 2015: Tokyo Disneyland and Disney Sea
Klik untuk melihat Itinerary Japan 2015
Kamis, 1 Oktober
2015.
Setiap orang dewasa pasti pernah mengalami masa muda.
Seperti kita juga, biar pun belum bisa dibilang dewasa seutuhnya (soalnya
kadang kita kekanak-kananan), tapi kita mau merasakan kembali saat-saat indah
itu. Makanya jadwal kita kali ini adalah ke Disneyland dan Disney Sea.
Friday, November 13, 2015
Japan 2015: Asakusa, Ameyoko, Akihabara
Klik untuk melihat Itinerary Japan 2015
Rabu, 30 September
2015.
Hari ini merupakan hari pertama EHS menginjakkan kaki di
Tokyo. Ada perasaan campur aduk di dalam hati EHS, antara excited ingin
menaklukan jadwal dan capai yang luar biasa. Gara-gara tidur tidak nyenyak di
bandara (bisa dilihat di sini Tidur Di Bandara Haneda), EHS merasa hampir
sakit. Padahal EHS sudah makan, minum vitamin, tapi EHS merasa masih
‘ngeleyang’ (baca ringan atau setengah melayang). Padahal dulu sewaktu masih di
rumah, EHS bilang pada teman-teman, kalau ikut EHS itu lumayan berat, karena
EHS berusaha mengeluarkan uang seminim mungkin. Ga taunya EHS sendiri yang
tumbang, sedangkan teman EHS masih segar bugar.
Maksud hati bakal bangun jam 5.30 pagi, bersih-bersih, beli
tiket terusan, terus siap mengeksplore Tokyo. Ga taunya loket tiketnya buka jam
08.00. Ya sudah, mau ga mau tetap harus menunggu. By the way, kereta api di
Tokyo ini banyak macamnya. Ada yang bernama JR, Subway, Metro, dan beberapa
milik pribadi. Tiga pertama ini paling sering dipakai turis. Hari ini, EHS
rencananya membeli tiket Welcome! Tokyo
Subway Ticket 1 day seharga JPY 1200, yang dapat digunakan untuk perjalanan dari bandara ke
Tokyo (sekali pakai) dan tiket terusan selama 1 hari (sampai jam 12 malam)
menggunakan Subway dan Metro. Maka itu, EHS menjadwalkan ke Asakusa, Tsukiji
Fish Market, Ameya Yokocho, Akihabara, Tokyo Skytree, yang semua dapat dicapai
memakai Subway dan Metro.
Friday, November 6, 2015
Tidur Di Bandara Haneda
Klik untuk melihat Itinerary Japan 2015
Wow ..
Ini merupakan pengalaman pertama kali EHS tidur di
bandara. Banyak master-master traveling yang sudah pernah tidur di bandara, dan
EHS ingin sekali mengincip juga sekali-kali.
Ada berbagai pertimbangan sih sebetulnya untuk menginap di
bandara, dan EHS akan mengulasnya. Keuntunganya sih irit di ongkos transportasi
dan penginapan. Bagi yang naik pesawat dengan jam kedatangan malam, hal ini
bisa sangat menghemat. Karena biasanya kalau malam hari, banyak transportasi
murah sudah tidak berjalan. Adanya taxi yang super mahal dengan surcharge-nya.
Selain itu, kita dapat menghemat penginapan untuk satu malam. Lagian di Bandara
Haneda yang bagian international buka 24 jam. Ada beberapa tempat makan yang
buka 24 jam.
Tapi yang namanya menginap di bandara itu berarti tidak ada
ranjang yang layak, jadi siap-siap dengan keadaan yang di luar zona nyaman. Tidur
tidak bisa nyenyak, badan sakit semua. Maka dari itu, EHS mengakali dengan
perbekalan yang lumayan membuat EHS
merasa nyaman, yaitu:
Subscribe to:
Posts (Atom)



