Friday, July 31, 2015

Mengejar Matahari di Bromo

Gunung Bromo merupakan salah satu wisata alam andalan di Jawa Timur. Pesonanya terkenal sampai ke manca negara. Sebagai gunung yang masih aktif, dengan letusan terakhir pada tahun 2010 sampai pertengahan 2011, Bromo mempunyai kawah yang terus menerus mengeluarkan asap belerang yang menambah kecantikannya. 

Lokasi dan Bagaimana cara ke sana:
Dari Surabaya, bisa menggunakan bus menuju Probolinggo. Setelah itu dilanjutkan menggunakan angkutan umum atau biasa disebut kol menuju ke Cemoro Lawang. Tapi EHS menggunakan mobil pribadi untuk melakukan perjalanan kali ini.


Apa saja yg perlu dibawa:

  • Jaket. Walaupun Indonesia beriklim tropis, tetapi di Gunung Bromo kalau malam bisa menjadi sangat dingin. Suhu bisa turun sampai 8 derajat.
  • Sepatu. Menurutku kita butuh sepatu, karena kalau sandal kurang bisa melindungi kaki kita dari dingin.
  • Penutup telinga atau topi dari wool yang menutupi telinga. EHS lumayan tahan terhadap dingin. Tetapi waktu pagi hari di kaki Gunung Bromo sebelum memanjat naik, mendadak sangat dingin sampai akhirnya EHS memakai topi.
  • Sarung tangan. Keterangan sama seperti penutup telinga.
  • Sun block. Walaupun disana sangat dingin, tetapi jangan lupakan sun block. Karena panasnya matahari mungkin tidak terasa, tetapi sinarnya yang merusak kulit tetap ada. EHS meremehkan hal ini sehingga pulangnya, kulit EHS mengelupas.
  • Pelembab bibir dan kulit. EHS juga tidak membawa 2 item ini. Karena kesalahan ini, akhirnya bibir EHS pecah-pecah. Tetapi hal ini tidak termasuk parah, karena durasi EHS menginap di Bromo hanya 2 malam.
  • Vitamin. EHS selalu bawa vitamin kalau pergi. Karena EHS tidak mau jatuh sakit waktu pergi. Jadi multivitamin berguna untuk menjaga kekebalan tubuh.

Friday, July 10, 2015

Singapore – Food Adventure


Untuk sebelumnya, EHS ucapkan selamat berbuka puasa bagi Sahabat EHS yang menjalankannya. Karena dalam momen puasa, makanya postingan ini EHS jadwal di pukul 19.00, untuk menghormati Sahabat EHSNOUTA yang sedang melaksanakan puasa. Semoga ibadahnya lancar.

Baru kali ini EHS pergi ke suatu tempat, tapi tujuan utamanya hanya makan, makan dan makan hahaha .. Sebetulnya EHS SANGAT SUKA SEKALI makan. Masih ingat kan kalau EHS pernah gemuk kayak babi (kalau ga ingat bisa dilihat disini), rasanya itu sudah lebih dari cukup untuk membuktikan bahwa EHS suka makan. Tetapi siapa sih yang ga suka makan? Makanya EHS buat jadwal itinerary yang tujuan utamanya adalah makan.


Ssikkek


Siapa yang belum pernah makan samgyupsal, atau Korean BBQ lainnya? Korea yang lagi naik daun, melebarkan sayapnya dengan berbagai metode. Mulai dari dramanya, k-pop idol, dan sekarang makanan dan dessert-nya. Ssikkek ini merupakan restoran AYCE (all you can eat) yang menyediakan buffet aneka macam daging dan masakan korea. Dan enaknya lagi, kita bebas mengambil apa saja selama kita sanggup menghabiskan. Biasanya, resto seperti ini menerapkan denda kalau kita tidak dapat menghabiskan apa yang kita ambil, tapi EHS tidak tau juga sih untuk resto ini. Soalnya EHS ambilnya semampu EHS makan sih.

Friday, July 3, 2015

Singapore 2015: Garden by the Bay


Akhirnya kesampaian juga EHS pergi ke tempat ini. Sudah buka lumayan lama sih, tapi ada saja halangan untuk datang ke tempat ini. Tujuan EHS ke Singapore kali ini sebenarnya juga mengunjungi Great Singapore Sale. Tapi GSS-nya agak mengecewakan. Diskonnya tidah seheboh waktu EHS kesini saat ini Great Singapore Sale 2013. Tujuan lainnya adalah untuk memerawani E-Passport baru EHS. Untuk cara membuat E-Passport dapat dilihat disini (E-Passport).

By the way, EHS ini pecinta flora dan fauna. Hobi ini bermula dari waktu kuliah. Waktu itu EHS duduk di depan rumah, terus ada tukang jual bunga lewat bawa beraneka macam mawar. Tapi ada satu mawar yang aneh yang melintas di mata EHS, yaitu mawar hijau. Tergeraklah hati EHS karena keanehannya. Mawar hijau tidak seindah mawar yang lain, karena hampir mirip bunga sama daunnya. Tapi EHS tertarik karena belum pernah EHS melihat mawar berwarna hijau. Setelah itu tanaman menjadi salah satu hobi EHS. EHS sering pergi ke pasar bunga, waktu itu di Bratang, Surabaya. Sampai sempat mengikuti arus tanaman kekinian, mulai dari anthurium (gelombang cinta, jenmani), adenium (kamboja jepang), euphorbia, pink lipstick (lupa namanya), nephentes si pemakan serangga (kantung semar), anggrek, lavender, eucalyptus (minyak kayu putih), sirih merah, cemara (udang dan salju), ekor kera (termasuk pakis-pakisan), silver, kaktus, nanas-nanasan (lupa namanya), lidah mertua, lidah kamu, bibir kamu, senyum kamu, tambah ngaco hehehe .. Tapi yang EHS sebutkan sampai lidah mertua itu benar adanya. Kesalahan dimulai dari lidah kamu yang menggelitik, bibir kamu yang sexy dan senyum kamu yang membuatku ingin berbuat dosa hahaha .. Efek pertama hobi tanaman adalah taman rumah jadi sangat indah. Lama kelamaan, karena kurang tempat tapi tetap beli terus, jadi berkesan kayak hutan hahaha .. Sampai teman-teman EHS selalu bilang, rumah EHS seperti hutan rimba, karena banyak tanaman dan ada anjing 1 ekor, kura-kura ninja (Michelangelo dan Raphael), hamtaro (hamster dari 2 jadi banyak sampai mereka saling memakan sampai akhirnya EHS jual, sisakan seekor jantan dan 4 betina untuk diternakan, terus tiap beranak dijual untuk beli makanan anjing hahaha .. *jahat*), dan terakhir love birds. Jadi bisa mengertikan kalau pecinta tanaman masuk ke taman yang indah, rasanya ada kupu-kupu dalam perut yang menggelitik mau keluar hahaha ..

Garden by the Bay ini taman yang sangat luas, padahal Singapore kan negara kecil. Tapi EHS selalu salut dengan Negara kecil ini. Singapore kalau membuat suatu atraksi selalu tidak mau setengah-setengah. Jadinya taman (seharusnya disebut juga dengan rumah kaca) yang keren ini.
Highlight dari Garden by the Bay ini adalah OCBC Skyway beserta Supertree, Cloud Forest dan Flower Dome. Makanya hanya tiga itu saja yang bayar. EHS tidak mengunjungi Supertree, hanya melihat pertunjukan lampunya saat malam pada jam-jam tertentu dari kejauhan. Cloud Forest berisi tentang tanaman yang ada di hutan hujan tropis. Flower Dome ini yang membuat EHS sangat bahagia di setiap EHS melangkah mengelilinginya. Biasanya tiket masuk Cloud Forest dan Flower Dome dijual dalam satu tiket. Harga menurut webnya SGD 20. EHS banyak mencari di internet kalau Changi Recommends di airport merupakan agen termurah untuk beli tiket ini, ternyata di penginapan EHS bisa lebih murah selisih 1 dolar hehehe .. Dan yang paling penting, jangan kuatir kepanasan kalau ke Cloud Forest dan Flower Dome, karena ada pendingin ruangannya dalam rumah kaca besar itu.

Friday, June 26, 2015

Cara Membuat E-Passport


Ada berita gembira untuk kalian semua. EHS mau pergi ke Jepang nih hahaha .. (berita gembira apa cuma mau ngiming-ngiming doang *ga tau iming-iming ini bahasa Indonesia atau bahasa Jawa*). Dan EHS sangat bersyukur, karena semua waktunya PAS. Waktu EHS beli tiket pesawat ke Jepang ini, belum ada berita tentang pembebasan Visa Jepang bagi pengguna paspor elektronik atau e-passport. Tidak lama kemudian baru diberlakukan. Dan kebetulan lagi, paspor biasa EHS sudah hampir habis masa berlakunya. Karena kalau paspor belum mau habis masa berlakunya tidak dapat ganti paspor (biasanya sekitar 6 bulan sebelumnya sudah diperbolehkan). Makanya EHS sangat bersyukur atas waktu yang PAS ini.

Karena EHS tinggalnya di kota kecil di Jawa Timur, maka pembuatan paspor elektronik terdekat adalah di Surabaya. Dan EHS sebetulnya tidak terlalu suka untuk membuat paspor di Surabaya karena antriannya yang panjang dan kadang setelah antri, kuota sudah habis, jadi harus datang besok lagi. Karena itu kita harus datang sangat pagi. Lain halnya dengan membuat paspor di Kediri. Kita datang jam 09.00 pun masih bisa, dan antriannya ga sepanjang kepunyaanmu hahaha .. Tetapi apa boleh buat, demi visa gratis, EHS melakukan juga.

Sebetulnya tidak ada perbedaan cara antara membuat paspor biasa sama e-passport. Hanya harganya saja yang berbeda. Dokumen yang perlu dipersiapkan adalah:
1. Kartu Tanda Penduduk / KTP
2. Kartu Keluarga / KK
3. Akte lahir (beserta surat ganti nama kalau ada)
4. Ijazah (yang ada tempat, tanggal lahir, nama orang tua)
5. Surat nikah (kalau ada)
6. Paspor Lama (kalau pergantian paspor)

Pukul 05.45 EHS sudah sampai di Kantor Imigrasi Surabaya yang di daerah Waru. Pintu gerbang imigrasi masih belum di buka, tetapi antrian sudah terlihat. Begitu dibuka, semua pada berlari untuk mencapai pintu layanan imigrasi untuk mengantri nomor urut. Jam 07.30 nomor antrian diberikan. Saran EHS, kita harus pandai bergaul, agar menunggu jadi tidak membosankan. Atau bisa juga bawa buku bacaan, novel, dll. Jangan lupa untuk berpakaian rapi, usahakan kalau mengurus surat resmi dengan berpakaian rapi. Takutnya sudah antri lama, terus ga diperbolehkan masuk gara-gara pakai sandal japit, kaos oblong, celana pendek.

Setelah nomor antrian diberikan, kita mengantri lagi untuk mendapatkan map beserta formulirnya. Harap diperhatikan, mapnya GRATIS. Jaman dulu, map gitu saja juga bayar. Berarti, tandanya Indonesia semakin berbenah diri.

Setelah menerima map, mengisi formulir, dan melengkapi persyaratan seperti fotocopy berkas. Maka kita menunggu nomor kita dipanggil. Jangan kuatir kalau belum fotocopy, di sana ada toko semacam koprasi khusus untuk fotocopy, tentunya antri lagi karena banyak yang belum fotocopy. Fotocopy dalam bentuk A4 dan tidak boleh digabung ataupun dipotong (misal KTP). Bagi yang baru pertama kali buat paspor, perlu materai Rp. 6.000,- dan koperasi ini juga menjual materi. Perlu diperhatikan juga, berkas asli harus dibawa, dan ditunjukkan kepada petugas saat interview.

Setelah menunggu sekitar 3 jam, nomor EHS pun keluar di layar LCD beserta meja layanannya. Datangi mejanya, interview sedikit, foto selfie yang cakep *jangan genit, jangan alay, jangan sok imut sambil menggelembungkan mulut dan meletakkan jari telunjuk di atasnya*, memindai sidik jari, menunggu disetujui Jakarta, menerima kertas yang digunakan untuk pembayaran paspor di Bank BNI, selesai deh (jangan lupa untuk memeriksa berkas asli yang diterima sudah lengkap apa belum). Semua itu butuh waktu sekitar 15 menit. Setelah itu pulang. JANGAN LUPA SENYUM DAN BERTERIMA KASIH sama petugas imigrasinya, kasihan mereka jenuh. Berkutat dengan file orang lain, dan terkadang ada alat yang rusak, terkadang ada pemohon yang rewel, ada yang paspor hilang tapi pura-pura belum punya (jangan kuatir, semua bakal ketahuan kok). Jadilah orang yang mudah tersenyum dan berterima kasih, mereka bakal senang walaupun sesaat.

Biaya untuk paspor elektronik yang 48 halaman IDR 655.000,- dibayar di Bank BNI dengan menunjukkan surat yang tadi. Dan ada tambahan charge IDR 5.000,- Jadi total IDR 660.000,-
Kalau paspor biasa butuh waktu 3 hari kerja. Kalau paspor elektronik butuh waktu 7 hari kerja (sabtu, minggu tidak dihitung). Setelah itu, kita dapat mengambil paspor baru kita. Perlu diketahui, pengambilan paspor BOLEH diwakilkan oleh saudara yang ada didalam 1 KK (kartu keluarga). Dan akhirnya paspor elektronik atau e-passport sudah ada ditangan.




Paspornya sudah diperawani hahaha ..

Untuk selanjutnya akan EHS bahas tentang mendaftar visa Jepang gratis dengan e-passport link under constructed

Tuesday, June 9, 2015

Mainan Baru LG G4 – Life is Good



Setuju banget sama slogannya si LG ini. Life is Good. Semua harus disyukuri. Dan EHS sangat senang dapat mainan baru, ya si LG G4 ini. EHS memesan lewat preorder dari lazada.co.id dan EHS sangat puas dengan ponsel pintar baru ini. Sebetulnya EHS bukan penggemar teknologi. Jadi EHS tidak selalu menuntut untuk beli produk terbaru. Tapi berhubung Samsung S3 EHS sudah terlalu biasa, maka perlu dong sekali-kali ganti yang baru.

Pertama kali, EHS agak under estimate sama LG. Kan masih ga setenar teman-temannya. Tapi adik EHS beli LG G3 dan dia sangat puas. Ternyata G3 jadi best phone 2014 karena bisa dikatakan teknologinya bagus dengan harga yang lebih terjangkau dari pada teman-temannya. EHS pertama juga memutuskan untuk beli G3. Tapi ternyata LG mengeluarkan G4 nya dengan leather case dengan emboss G4 yang membuat EHS langsung jatuh hati pada pandangan pertama. Selain itu, system unlock yang menggunakan knock code (dengan kode mengetuk layar) sangat  menyenangkan dan keren.  Dan tetap, LG G4 masih terbilang paling murah diantara teman-temannya yang teknologinya sebanding, maka EHS memutuskan untuk membeli G4 (waktu itu masih belum release).



Penantian panjang untuk waktu release-nya terobati dengan iklan-iklan LG G4 yang membuat EHS tambah kesengsem. EHS kurang pintar teknologi, tapi kamera LG G4 dengan lensa belakang 16 MP dan kamera depan 8 MP yang bisa disetting manual mode mirip dengan kamera DSLR, seperti mengatur ISO, fokus, shutter speed itu sangat menggiurkan. Lagian yang jadi LG Ambassador ini si Lee Min Ho yang gantengnya 11-12 sama EHS (silahkan muntah dulu hahaha). Jadi tambah ga sabar untuk cepat-cepat membeli smart phone dengan kulit hitam manisnya ini.



Akhirnya LG mengeluarkan preorder, dan seperti yang sudah EHS bilang, EHS dapat dari Lazada yang bekerja sama dengan Erafone. Selang beberapa hari, kiriman datang dengan kondisi yang sangat bagus, mulus seperti paha "ayam", flawless seperti mukanya Shin Min Ah dan Song Hye Kyo. Dan yang menyenangkan, selain dapat handphone lengkap dengan batrai, charger dan headset, EHS dapat tambahan 1 batrai lagi, beserta casing untuk batrai, juga charger batrai yang individual, kartu memori 64 GB, juga voucher LG Rp. 250.000,- sebagai permintaan maaf dari LG karena terlambat (ga tau terlambat apa, release-nya mungkin).  Love it very much. Thank you LG. Life is (soooooo) Good.

Speknya dapat dilihat di sini LG atau gsmrena.





Tuesday, June 2, 2015

One Fine Day in Malacca

Postingan kali ini banyak fotonya, jadi mungkin agak lambat bukanya.



Hati Siapa Tak Luka – Poppy Mercury

hati siapa tak luka dan takkan kecewa

bila cintanya berakhir duka
apa hendak dikata
padi ku tanam tumbuh ilalang

hatiku telah patah dan menjadi duka

korban dari keangkuhan cinta
ingin ku raih bulan
apalah daya tangan tak sampai

kau putra bangsawan di tanah Malaka

aku hanya wanita biasa
mana mungkin cinta kita kan bersatu
bila ayah ibumu tak restu

reff:

di selat Malaka, di ujung sumatera
dua hati kita satu dalam cinta
di selat malaka, di ujung sumatera
cinta pun terpisah ku merana

kasih walau ada perbedaan antara kau dan aku

dan jarak memisahkan kita
namun cinta tetaplah cinta

**********

Pernah ingat dengan lagu diatas? Kalau ingat, berarti FIX kamu sudah tua. Karena lagu itu adalah lagu yang sangat popular dinyanyikan oleh Poppy Mercury awal tahun 90-an. Waktu itu EHS masih SD, masih imut. Tapi lagu itu melekat di hati EHS sampai sekarang. Dan Melaka menjadi salah satu tujuan EHS, ya gara-gara lagu itu juga.

Melaka (dalam bahasa Inggris disebut Malacca), merupakan salah satu destinasi favorit bagi warga Kuala Lumpur dan Singapore. Karena Melaka dapat dicapai 2 jam naik bus dari Kuala Lumpur, dan 4 jam dari Singapore. Selain itu, Jonker Street akan ditutup untuk kendaraan setiap weekend malam (jumat, sabtu, minggu) dan akan ada pasar dadakan di sana. Jangan lupakan Melaka River yang di sisi sungainya ada jalan setapak dan banyak rumah yang dijadikan café dan penginapan dengan banyak mural. Bayangkan keromantisannya berjalan berduaan dengan kekasih, menggenggam tangannya sambil menikmati mural dan melihat perahu kecil hilir mudik di sungainya. Kalau capek, berhenti di café, menyeruput bibir dia, eh salah, menyeruput beer dingin untuk mendinginkan nafsumu yang bergejolak dan mengecilkan apa yang tiba-tiba jadi besar. Jadi jangan heran kalau bakal banyak menemukan pasangan kekasih, atau selingkuhan yang melarikan diri dari Kuala Lumpur atau Singapore untuk sekedar menghabiskan weekend di sini. Selain itu, makanan di Melaka juga sangat terkenal, dan jangan lupakan es cendolnya maupun cendol duriannya yang …… (tidak terkatakan). Jadi, timbang tambah gundah gulana, ga tahan dengan pikiranmu yang kotor karena membayangkan apa yang dilakukan pasangan selingkuh di Melaka pada malam hari, mending ikuti perjalanan EHS di Melaka, biar nanti kamu bisa pergi ke sana melakukan hal yang tadi terlintas di pikiranmu yang kotor.

Friday, May 15, 2015

1 Day Trip Kuala Lumpur

Memang benar kata pepatah, "Tak kenal maka tak sayang." Hal ini juga terjadi pada EHS tentang Kuala Lumpur. Pertama kali EHS kenal KL ini tahun 2011. Pertama kali pergi ke luar negeri dengan tujuan Singapore dan Kuala Lumpur. Setelah melihat Singapore yang semua serba bersih, rapi, aman dan menyenangkan, lalu melihat Kuala Lumpur yang ruwet, tidak ada bedanya dengan Indonesia, maka tidak heran kalau EHS tidak bisa suka dengan kota satu ini. Namun, lain dulu lain sekarang. EHS sudah menemukan hal-hal yang membanggakan dari kota ini.

Walking tour di KL kali ini yang membuat EHS menghargai kota ini. Selain café uniknya dan makanannya yang enak, transportasi umumnya juga bisa dibanggakan, walaupun kadang bisa penuh sampai terasa seperti terhimpit ditengah lautan manusia.

Karena EHS menginap di daerah Chinatown, EHS akan memulai walking tour dari daerah sini. Tujuan pertama EHS adalah ke Coffee Amo. Café satu ini wajib dikunjungi, karena 3D latte art-nya yang keren. EHS tau sih, di Jakarta juga sudah menjamur 3D latte art, tapi di Surabaya masih jarang sih, jadi kan EHS kepingin juga menikmati sesuatu yang indah, lagian EHS kan juga #hobikopi.



Wednesday, February 11, 2015

Meet And Greet With Trinity, The Naked Traveler

Selama kita masih bernafas, kita bakal terus belajar. EHS sangat percaya dengan statement ini. Karena dari hal kecil pun, misalkan menunggu, kita belajar untuk bersabar. Dan 2 minggu ini EHS mendapat pelajaran yang sangat berarti buat EHS. Yang pertama belajar tentang Food Photography bersama INIJIE. Dan Sabtu kemarin EHS mengikuti Meet And Greet With Trinity. Siapa itu Trinity? Dia adalah karakter yang terdapat di film The Matrix. Sangat lincah, memiliki pikiran yang sangat cepat sehingga dia melihat peluru seperti adegan slow motion, dan yang pasti dia pandai berkelahi dan menggunakan senjata. Dia adalah pengarang buku traveling yang memiliki banyak buku best seller di Indonesia. Dia juga termasuk senior dalam bidang traveling yang akhirnya menjadi panutan banyak orang di Indonesia untuk meniru jejaknya.


Jadi ceritanya begini. Sebetulnya EHS mengenal traveling ini dari Claudia Kaunang melalui bukunya Rp. 500 ribu keliling Singapura karena EHS waktu itu mau pergi ke Singapura, luar negeri untuk pertama kalinya. Langsung TEK, Claudia Kaunang menjadi idola saya. Karena setelah itu EHS banyak membeli buku panduan traveling, tapi hanya si Claudia ini yang kalau membaca bukunya tidak pernah merasa bosan. Bahkan EHS dapat ikut membayangkan bagaimana dia traveling dengan cara murah tapi terkesan ada luxury nya. Dan gaya traveling EHS pun terinspirasi beliau, tidak terlalu ngere (miskin) tapi tetap hemat. Setelah itu EHS tau kalau CK ini punya sahabat-sahabat sesama penulis buku, dan akhirnya EHS kenal dengan Trinity. EHS cari bukunya, tapi ternyata buku Trinity ini bukan buku panduan traveling seperti yang lain, jadi EHS tidak membelinya. Setelah itu, EHS tau kalau Trinity ini bukunya Best Seller, akhirnya EHS memutuskan beli. Setelah baca The Naked Traveler (yang pertama), EHS langsung jatuh cinta dengan Trinity. Bukunya itu bukan panduan traveling, tetapi seperti cerita pendek tntang sekelumit pengalamannya tentang traveling. Ada suka, duka, beruntung, sial semua menjadi bumbu sehingga EHS dapat memahami kenapa bukunya jadi Best Seller. Jadi kalau ditanya Claudia Kaunang dan Trinity lebih suka yang mana? EHS akan jawab mereka berbeda GENRE. Yang Claudia Kaunang nomor 1 dalam genre buku panduan traveling. Yang Trinity nomor 1 juga dalam novel traveling. Jadi dua-duanya nomor 1 di hati EHS #LEBAY.

EHS tidak akan membahas tentang isi materi pertemuan kemarin, karena kalau kamu sudah baca bukunya, pasti sudah tau apa yang dibahas disana. Tetapi yang EHS pelajari lagi dari Trinity, dia itu sangat menikmati setiap perjalanannya, jadi ada saat dia ingin bersantai menikmati hari itu dengan hanya duduk-duduk di cafe menikmati secangkir kopi panas, ada saat dia ingin mengeksplore tempat wisata, ada saat dia hanya menikmati waktu bermalas-malasan di kamar sampai siang. Sebetulnya EHS juga ingin seperti itu, tapi EHS tidak bisa. Karena EHS kalau pergi tidak bisa lama seperti Trinity karena pekerjaan EHS merupakan pekerjaan yang tidak bisa ditinggal. Dan dia juga baik, murah senyum dan ramah. Jadi tidak heran kalau traveling banyak teman baru terus.

Jadi cepat baca buku karangan Trinity, dijamin kamu bakal ketagihan untuk traveling seperti EHS. Kalau bisa beli ya, jangan pinjam. Agar dia dapat royalty, jadi dapat uang untuk traveling, jadi ada cerita baru, sehingga akan keluar buku baru hahaha ..



Wednesday, February 4, 2015

Tidak Pernah Berhenti Belajar

Halo Sahabat EHSNOUTA!! Sabtu kemarin tanggal 31 Januari 2015, EHS diberi kesempatan untuk belajar tentang food sharing & photography bersama INIJIE dan Pancious Surabaya. Acara ini dilaksanakan di Pancious TP 4 Level 5 di Surabaya. Dan siapa yang ga kenal INIJIE? Dia itu food blogger kondang asal Surabaya yang sudah menjejakkan kakinya sampai ke luar negeri segala. Dia juga memiliki INIJIE Studio yang bekerja di seputaran foto makanan untuk komersial. Prinsip EHS itu kalau bisa, kita belajar harus dengan orang yang terhebat. Dan EHS sudah menemukan guru yang tepat dalam kasus ini hahaha (lumayan bangga dengan diri sendiri).





Sebetulnya perkenalan EHS dengan food photography ini dimulai dengan TRAVELING. Walaupun pengalaman traveling EHS juga masih pemula, tapi tambah lama EHS berkutat dengan dunia ini, EHS mulai mencari lebih detil tentang acara yang akan EHS lakukan. Sampai akhirnya, kalau sekarang traveling pun EHS akan berusaha mencari tempat makan yang lumayan terkenal tapi tetap dengan harga terjangkau. Dan agar bisa menampilkan yang terbaik di blog untuk para sahabat EHS, maka EHS juga harus semakin mahir untuk menciptakan food photography yang tujuannya agar yang melihat akan kepingin makanannya. Dengan mengusung misi agung itulah, maka EHS akhirnya bertemu dengan INIJIE. EHS tidak akan menjelaskan tentang detil acaranya, karena lumayan panjang untuk ditulis. Selain itu EHS juga masih pemula untuk menyebutkan bahasa photography yang sulit hahaha .. Jadi EHS akan menampilkan foto-foto hasil uji coba EHS selama di acara.

Dan terakhir, EHS mengucapkan BANYAK-BANYAK terima kasih buat INIJIE yang bersedia membocorkan tips-tipsnya agar lebih mahir dalam dunia foto makanan ini. Selain itu EHS juga berterima kasih kepada Pancious Surabaya yang sudah membuat acara ini dan menyediakan berbagai macam makanan untuk objek foto, waktu dan tempat, dan yang teruama karena semuanya bisa didapatkan secara GRATIS hahaha .. Ga tau kenapa, EHS sangat suka dengan sesuatu yang GRATISAN. Tapi jangan samakan gratisan dengan murahan, karena terkadang gratisan itu tetap bermutu terjamin seperti acara ini. Dan EHS ingin pastikan, EHS ini bukan MURAHAN hahaha ..








Sunday, January 25, 2015

Trauma Pesawat

(Ini hanya seklumit curhat EHS)

Jatuhnya pesawat AirAsia QZ 8501 meninggalkan banyak luka dan juga trauma. Beberapa hari yang lalu, EHS beserta keluarga akan pergi ke Singapore dengan pesawat yang sama QZ 8501. Tapi berhubung terjadi peristiwa itu, maka rute Surabaya - Singapore saat ini diberhentikan. Akhirnya EHS ditawari untuk ganti penerbangan menjadi Surabaya - Jakarta, Jakarta - Singapore. Begitu pula dengan penerbangan baliknya.

Ternyata, walaupun sudah lewat beberapa hari, trauma itu masih ada. Jadi waktu penerbangan Surabaya - Jakarta, ditengah-tengah jalan, langit terlihat menggelap. Saat EHS melihat ke jendela, ternyata ada awan hitam, walaupun masih tipis dan masih dibilang wajar. Jaman dulu EHS bakal tidak merasa apa-apa, tapi sekarang ada turbulence sedikit saja takutnya jadi memuncak. Maklum, setelah tragedi itu, ini pertama kalinya EHS naik pesawat, AirAsia lagi, rute seharusnya juga sama lagi. Dan ternyata bukan EHS saja. Seluruh isi pesawat, yang tadinya masih banyak orang ngerumpi, anak kecil menangis, semua tiba-tiba hening waktu turbulence. Anak kecil yang menangis saja tiba-tiba berhenti. Sunyi senyap, itu tambah membuat suasana sangat mencekam. Apalagi tiba-tiba ada pengumuman dari pilot kalau kita harus mengenakan sabuk pengaman, dan pemberitahuan kalau kita memasuki cuaca yang buruk. Semua tertunduk dan menutup mata. Padahal cuaca buruknya tidak parah, hanya awan hitam yang masih bisa dibilang tipis. Tapi rasa traumalah yang membesar-besarkannya. Sejenak kemudian, setelah melewati sedikit awan hitam, perjalanan berjalan dengan mulus sampai Jakarta dengan selamat. Begitu juga penerbangan berikutnya Jakarta - Singapore, Maupun rute pulangnya juga tidak terjadi sesuatu hal apapun.

Memang trauma itu masih ada. Tetapi kalau kita dikalahkan trauma, maka kita akan terus takut untuk terbang dan melihat dunia. Jangan takut naik pesawat. EHS percaya dengan adanya peristiwa itu, menjadi pembelajaran untuk para maskapai penerbangan untuk benar-benar memperhatikan keselamatan. Saran EHS, hidup mati itu ditangan Tuhan. Semua ada waktunya. Jadi yang harus kita lakukan, jangan pernah berhenti traveling karena trauma. Dan dekatkan dirimu sedekat-dekatnya dengan Tuhan. Tuhan memberkatimu.