Wednesday, June 18, 2014

Korea 2014: Deoksugung Palace + Cheonggyecheon Stream + Gwanghwamun Square + Gyeongbokgung Palace + Insadong + Hongik University

Untuk lihat itinerary klik >>>>>ITINERARY<<<<<

Rabu, 14 Mei 2014. Seoul.

Hari ini jadwalnya lumayan padat dan kebanyakan berjalan kaki. Jadi harap siapkan stamina yang cukup. Tetapi untungnya kemarin kita setelah tiba di Seoul, langsung beristirahat. Jadi tenaga sudah diisi. Juga jangan lupa persiapkan untuk membawa vitamin agar tubuh kita selalu dalam kondisi prima.


Deoksugung Palace


Deoksugung Palace menurut EHS tidak seberapa bagus, jadi EHS hanya membawa kedepannya saja. Karena yang bagus hanya depannya. Banyak ornamen kayu yang tampak lebih tradisional dari pada kerajaan yang lain. Selain itu dijam-jam tertentu ada pergantian penjaga. Karena lebih kecil, jadi kita lebih dapat melihat secara keseluruhan proses pergantian penjaga ini. Selain itu, kita juga diijinkan berfoto dengan penjaganya setelah proses pergantian jaga.


Cheonggyecheon Stream

Tidak jauh dari Deoksugung Palace, kita dapat mencapai sungai kecil ini dengan berjalan kaki. Ada kisah menarik dibalik sungai ini. Pada jaman dahulu, ketika perindustrian mulai berkembang di Korea, banyak pabrik yang membuang limbahnya ke sungai ini. Sehingga sungai ini menjadi kotor dan bau, sangat mengganggu kesejahteraan masyarakat. Selain itu, karena laju ekonomi yang baik di Seoul, maka banyak orang yang bermigrasi dari kota lain ke Seoul untuk mencoba peruntungannya. Akibatnya banyak rumah kumuh di sepanjang aliran sungai ini, dan mereka juga membuang sampah dengan sembarangan juga.


Ada seorang walikota bernama Lee Myung Bak mempunyai ide untuk merubah kota Seoul menjadi kota yang lebih ramah lingkungan. Dan ide ini banyak yang menolak juga. Tetapi pada akhirnya ide ini berhasil dan menciptakan tata kota yang begitu indah. Efek keberhasilannya adalah meningkatnya ikan, burung, dan serangga. Selain itu, keberhasilan ini mendinginkan area sekitarnya sebesar 3.6 derajat celcius. Dan yang paling penting, keberhasilan ini juga membuat sungi ini menjadi salah satu yang wajib dilihat di Seoul. Banyak turis berbondong-bondong kemari untuk sekedar mendinginkan suasana hati, beristirahat, piknik, atau sekedar mencelupkan kaki di sungai yang ternyata alirannya cukup deras sehingga seperti kita menikmati spa. Untuk lebih jelasnya dapat dibaca di Wikipedia.








Didekat sini, terdapat berbagai karangan bunga sebagai peringatan atas kecelakaan Jet Foil yang baru saja terjadi. Dan EHS juga ikut berduka cita yang sebesar-besarnya.




Gwanghwamun Square

Gwanghwamun square ini adalah sebuah alun-alun di tengah kota. Di sini terdapat patung Yi Shun Shin, pahlawan Korea yang berhasil menghalau kapal Jepang yang ingin menjajah Korea. Dan ada juga patung King Sejong, Raja yang sangat pandai yang menciptakan Hangeul (alfabet Korea), menemukan cara perhitungan terjadinya gerhana matahari, dan masih banyak lagi. Selain itu, kita juga dapat meminjam baju kerajaan secara gratis.







Dibawah patung King Sejong ini ada jalan masuk untuk menuju museum yang berisi tentang mereka berdua Yi Shun Shin dan King Sejong. Sangat dianjurkan untuk masuk kedalam, karena selain bagus, modern, tertutup, ber-AC, yang lebih penting adalah GRATIS. Jadi menurut EHS, kalau kamu penyuka sejarah sama seperti EHS, sangat DIWJIBKAN untuk masuk kedalam.





Tosokchon (Samgyetang / Chicken Ginseng Soup)

Untuk Tosokchon akan EHS buatkan postingan tersendiri. Karena resto ini memiliki Samgyetang paling terkenal dan paling enak. Link Tosokchon (Samgyetang/Chicken Ginseng Soup).


Gyeongbokgung Palace

Hari ini kita mengunjungi dua kerajaan, karena isinya hampir sama, maka EHS memilih salah satu yang lebih bagus. Menurut EHS Gyengbokgung jauh lebih bagus, dan lebih lengkap dari pada Deoksugung. Jadi EHS masuk ke kerajaan ini. Untuk masuk ke Gyengbokgung, kita harus membayar KRW 3,000. Karena kita group diatas 10 orang, kita mendapat diskon menjadi KRW 2,400.

Gyengbokgung ini sangat bagus dan lumayan lengkap. Walaupun pernah dihancurkan dan tersisa sedikit, tetapi karena rasa nasionalisme warga Korea, maka mereka memutuskan untuk merestorasi Gyeongbokgung ini. Bahkan sampai sekarang proses restorasi masih berlangsung. Pada 2012, waktu EHS ke Korea pertama kali, dapur kerajaan akan dibuat. Karena berkat drama seri Jewel In The Palace (Janggeum), banyak orang ingin mengetahui tentang dapur kerajaan. Selain itu masih banyak jadwal restorasi yang akan dilakukan. EHS yang penggemar sejarah, sangat suka disini. Jadi EHS akan menganjurkan semua orang untuk tidak melewatkan masuk kesini.










Cheongwadae (The Blue House)

Blue House ini merupakan istana kepresidenan. Dan masih dipakai hingga sekarang. Tempat ini juga muncul dalam banyak drama seri seperti City Hunter, Three Days, dan drama lainnya yang mengambil tema kepresidenan.



Insadong

Sebetulnya jadwal kita dari Cheongwadae masih menuju Sarangchae Cheongwadae dan Bukcheon Hanok Village. Karena banyak yang sudah capek, jadi dua tempat ini di skip. Tetapi EHS akan menjelaskan tentang keduanya.

Sarangchae Cheongwadae merupakan tiruan dari Cheongwadae yang dibuka untuk umum. Jadi kita dapat melihat tiruan dari ruang rapat, sampai kita juga dapat berfoto layaknya presiden dengan duduk di tempat duduk presidennya. Selain itu, ditempat ini juga terdapat berbagai galeri seni.

Bukcheon Hanok Village adalah sebuah daerah yang masih dipertahankan keaslian rumah tradisionalnya. Sehingga kita dapat membayangkan bagaimana kehidupan masa lalu Korea. Selain itu, banyak rumah yang dibuka untuk museum, pagelaran seni, berjualan hasil seni tradisional, dll.

Insadong adalah kawasan berbelanja barang-barang seni maupun cendera mata. Tetapi harga cendera mata disini lebih mahal, karena mutunya yang sangat bagus. Kalau untuk koleksi sendiri, boleh beli disini. Selain itu, yang unik disini adalah semuanya menggunakan Hangeul. Jadi, apabila kita mau pergi ke starbuck kita harus melihat logonya, karena semua dalam hangeul.



Hongik University Area

Ini adalah kawasan dimana penginapan EHS berada. Setelah kita tiba di daerah ini, dan setelah EHS menunjukkan penginapannya, maka kita berpisah disini. Yang lainnya mencari makan dan berbelanja disini, sedangkan EHS menemui teman EHS yang ketemu waktu EHS ke Korea pada tahun 2012. EHS dibawa ke daerah paling hits di Hongik, banyak club, cafe, resto yang sangat keren di daerah ini. Mereka berani bayar lebih untuk interior dan eksterior, sehingga pengunjung banyak yang tertarik untuk mencoba.


Akhirnya kita memutuskan untuk makan Samgyupsal dan mak chang. Samgyupsal adah perut babi yang biasa disebut sancam. Mak chang adalah jeroan sapi (biasanya usus). Dan untuk minumnya, kita mencoba Cheong-ha. Cheong-ha ini mirip dengan sake (Jepang). EHS juga sangat menikmati cheong-ha. Jadi kangen sama Korea. Enaknya di Korea itu, kita bisa minum kapan saja, dimana saja, dengan siapa saja asal sudah cukup umur. Tapi kalau EHS tinggal di Korea, tubuh EHS bisa-bisa berkadar alkohol tinggi hahaha ..


Setelah berkutat dengan panasnya panggangan dan alkohol, tiba saatnya untuk mendinginkan hati. Akhirnya kita mencoba injeolmi bingsu + toast. Pada 2012, EHS mencoba patbingsu yang berarti es kacang merah dengan es yang selembut salju. Kalau injeolmi bingsu ini adalah jajan tradisional korea. Tapi yang bikin tertawa adalah, ternyata injeolmi bingsu adalah jajan tradisional Korea yang terbuat dari ketan. Dan rasanya SAMA PERSIS dengan ketan bubuk di Indonesia (terutama Jawa Timur, karena EHS tidak tahu ditempat lain ada ketan bubuk apa ga). Hanya saja bedanya disini ketannya sudah dihaluskan, kalau di Indonesia ketannya masih berupa biji.

Jadi toast-nya itu 2 roti tawar dengan selai dari ketan yang manis yang sangat lumer, lalu dipanggang. Setelah itu ditaburi bubuk kedelai, kacang (tidak tahu jenisnya) dan diberi susu kental manis. Sedangkan es nya itu es salju dengan injeolmi diatasnya dan diberi taburan bubuk kedelai, susu kental manis, dan berbagai jenis kacang (EHS tidak tahu kacangnya apa saja). Secara rasanya, ya jelas enak, karena EHS sangat suka makan ketan bubuk. Tetapi EHS tetap heran, kok bisa jajan tradisionalnya sama hahaha ..




Thanks Bae Jeong-in for your time and your gifts. I like it very much. Hope we can meet again as soon as possible. Gamsahamnida. Saranghae.



< Prev                                                                                                                                             Next >

14 comments:

  1. mama papa ko edo masih romantissss yaaa.. hihihihihi..
    keren2 tante-tantenyaa, modis~~
    foto para bapak2nya kemana nih?

    btw Bae Jeong-in cakepp, gebet ko gebettt.. hahaahaha *ngomporin*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wkwkwk .. Iya, keluargaku mah suka bergaya. Jadi kalau pagi mau berangkat aja persiapannya lamaaaaa banget wkwkwk ..

      Jeong In hahaha .. Memang dia cantik, tipe dia mirip idolaku Song Ji Hyo hahaha ..

      Delete
  2. wahhh aku mah naksir yang pake hanbook ituuuu.....mauuu!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha .. Wajib hukumnya untuk foto pake baju tradisional. Dan enaknya lagi semuanya gratis. Yang kali ini bukan hanbok, tapi bajunya keluarga kerajaan. Kalau hanbok ada lagi di postingan berikutnya hahaha .. Jadi keduanya perlu sih, karena beda jenis. Dan semua GRATIS hahaha ..

      Delete
  3. serasa di drama korea aja kak pake baju korea itu :p
    astaga seoul dulunya bener2 kayak jakarta yang sekarang, tapi sungainya bisa sebersih itu hebat!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha .. Drama Korea banget itu, dan itu menunjang ke pariwisatanya juga. Hebat ya ..

      Sungai di Jakarta pun bisa bersih selama ada yang merubah seperti di Seoul. Di wikipedia dikatakan bahwa yang menentang dia cukup banyak. Tetapi dia gigih dan akhirnya berhasil.

      Delete
  4. EHS jalan-jalannya so menyenangkan sekalii.. seneng yah kalo jalan-jalan ama keluarga lengkap gituu.. terus ternyata muka kamu mirip si papa yah hahaha..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wkwkwkwk .. Jalan sama keluarga menyenangkan. Tapi juga ada ribetnya hahaha .. Tapi biar ada keselnya juga, EHS tetap bersyukur karena keluarga EHS masih lengkap dan kita masih bisa jalan bareng.

      Masa sih mirip papa? Banyak orang bilang EHS mirip mama, karena hidung EHS mancung seperti mama EHS hahaha ..

      Delete
  5. asyik banget kayaknya kalo bisa maen ke Korea...
    pasti banyak cewek-cewek cakep...
    :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wkwkwk .. Kalau cakep itu relatif deh .. Tapi yang pasti, mereka lebih fashionable. Jadi banyak yang gaya berpakaiannya keren. Karena itu Korea juga menjadi kiblat fashion buat daerah Asia.

      Delete
  6. Mbak mohon info, untuk sewa hanbok atau baju kerajaan gratis itu di gwanghamun square bagian mananya ya ? Terima kasih banyak

    ReplyDelete
    Replies
    1. BTW ini mas, bukan mbak hahaha .. Mbak2 diatas itu mama dan adik EHS hahaha .. Waktu itu persewaannya ada di pop up store (kios kecil) di tangga menurun kalau ingin menuju subway yang di depan patung King Sejong.

      Delete
  7. a very recommended tour, an exciting holiday waow makes you feel at home

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha .. I'm glad if you feel like that :)

      Delete